|
52
(Tripatra)
adalah
penyedia
jasa
terkemuka
di Indonesia
logistik,
rekayasa,
pengadaan
dan konstruksi
(EPC)
jasa untuk
sektor
energi
Indonesia.
Didirikan
pada
tahun
1973,
Tripatra
telah membentuk
track record yang terbukti
di pasar EPC dengan
basis klien
yang
beragam
yang
terdiri
dari
perusahaan
domestik
internasional
dan
utama
dalam
sektor
energi
dan
infrastruktur,
termasuk
ExxonMobil,
Chevron,
BP, Hess,
Conoco
Phillips,
Telkom,
PGN,
dan Excelcomindo.
Didirikan
pada
bulan
April
2007,
PT
Cirebon
Electric
Power
(CEP) adalah
sebuah
konsorsium
yang memiliki
proyek
pembangkitan
listrik
internasional
yang
melibatkan
pemain
internasional
terkemuka
di
sektor
energi
dan
infrastruktur di
Asia,
termasuk Marubeni Corporation, Korea
Power Midland, dan Samtan. 660-megawatt pembangkit listrik proyek yang
berlokasi di
Cirebon, Jawa
Barat, dilengkapi dengan teknologi boiler terbaru dan
paling
canggih
ultra
atau super-kritis
dirancang
untuk
mengkonsumsi
rendah
kalori
batubara.
Proyek,
yang
akan
memerlukan
total
investasi
sebesar
US
$
779.000.000,
diharapkan akan selesai pada tahun 2011.
Laba
bersih
INDY
melonjak
menjadi
Rp264.969
miliar
pada 2007
dari Rp177.264
miliar
di tahun
2006.
Laba
bersih
lebih
tinggi
sejalan
dengan
penjualan
bersih
meningkat dari Rp188 triliun menjadi Rp2.336 triliun.
2.
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. (PTBA)
PTBA
didirikan
pada
tanggal
2 Maret
1981
di Tanjung
Enim
dengan
nama
PT.
Tambang
Batubara Bukit Asam. Namun kerja tambang
telah dieksploitasi
sejak
tahun
1919
di
bawah
Pemerintah
Belanda
Indie.
Ambil
alih
oleh
Jepang
pada
1942,
dan
dinasionalisasi
oleh
Pemerintah
Indonesia
pada
1945.
Pada
30 Oktober
1990,
Tambang
Batubara
bergabung
dengan
perusahaan
perum,
Sawahlunto.
Pada 1983,
perusahaan yang
ditugaskan oleh
pemerintah untuk
mengembangkan batubara
gundu.
|