|
BAB V
PROTOTYPING
Prototyping adalah
metode
yang digunakan oleh desainer
untuk
mendapatkan
umpan balik dari konsumen akan suatu
desain baru (Soegaard,
2012). Menurut
Soegaard, proses
prototyping
dapat
dibagi
menjadi
tiga
yaitu
explorative,
experimental, dan evolutionary.
1.
Explorative prototype
Digunakan untuk
mengetahui kebutuhan konsumen dan dapat
dijadikan sebagai medium antara konsumen dengan desainer.
2.
Experimental prototype
Merupakan
cara untuk
mengetahui hasil
akhir
dari penerimaan
sebuah rancangan akhir.
3.
Evolutionary prototype
Merupakan
prototype
yang
yang berevolusi
dari
generasi
ke
generasi.
Hasil
dari
prototype generasi
saat
ini
bisa saja menjadi
prototype bagi generasi berikutnya.
Melalui prototyping dapat diperoleh sejumlah keuntungan berikut:
Pengumpulan kritik dan saran dari konsumen
Memperlihatkan hasil yang cepat kepada klien
Prototype tidak hanya menjadi medium antara desainer dengan
konsumen namun juga membantu menjembatani antar anggota tim.
|