Home Start Back Next End
  
2
berbagai
kebutuhan  yang
diinginkan  (one
stop
shopping), hingga
tempat  yang
pas untuk
bersantai  bersama  keluarga  maupun 
kolega,
hingga 
tempat 
untuk 
berbisnis  bagi
para
eksekutif,  kaum  ibu  untuk 
arisan  hingga 
remaja 
untuk 
bersosialisasi,
bahkan  menjadi
salah satu tempat  wisata
belanja.
Tentang  kunjungan  ke mal
ini,
menurut 
hasil
riset  MARS
Indonesia 
(Indonesian
Consumer
Profile
2008), sebanyak
82,2%  konsumen  kita, khususnya
di kota
Jakarta
dan
Surabaya
gemar
berkunjung ke
mal.
Dalam sebulan, mereka
minimal
sekali atau
dua
kali
mengunjungi  tempat   belanja   itu.   Ini
artinya,  
demam   mal 
memang   sudah  semakin
menggejala  
di 
masyarakat   kita.   Berdasarkan 
riset   terbaru   tentang   Perilaku 
Belanja
Konsumen  Indonesia   2009 
di  delapan 
kota 
(Jakarta,   Bandung,
Semarang,
Surabaya,
Medan,   Makassar,   Balikpapan,   dan   Palembang),  
diketahui    bahwa  
74,3%    mereka
berkunjung
ke
mal
pada
hari
libur, sedangkan  pada
hari
kerja  hanya  25,7%.  Pada hari
libur,   kota  Palembang  menduduki   peringkat   tertinggi   dibanding   ketujuh   kota 
lainnya
dengan   porsi   86,1%. 
Sedangkan 
pada 
hari   kerja,   Bandung   meraih   porsi 
tertinggi
(40,3%). Ini
artinya,
masyarakat  kota
kembang  itu
memang  paling
gemar
jalan-jalan ke
mal,
sekalipun  pada
hari kerja.  Mereka
yang
suka
pergi  ke
mal
pada
hari
libur  berasal
dari
kelompok  usia 35-55  tahun,.dengan  kelas sosial-ekonomi
(SES) tipe
A, di mana
rata­
rata
pengeluaran  bulanannya  di atas
Rp 2,5
juta. Sedangkan yang
pergi ke mal
pada
hari
kerja  adalah  kelompok  usia  26-34  tahun,
dengan  SES tipe  C yang  belanja  bulanannya
berkisar
antara
Rp 900
ribu
hingga
Rp 1,75
juta.
(
majalahqalam.com)
Bagi
konsumen 
mengunjungi
mal
tertentu
karena 
disana 
tersedia 
barang  atau
jasa  yang   harganya 
relatif   murah.   Ditambah 
dengan 
mutu 
yang 
menjanjikan  maka
disitulah  
menjadi  
faktor    daya   tarik   tersendiri    bagi  
konsumen  
untuk  
membelinya.
Konsumen
bakal
betah
berlama-lama 
di
dalam mal.
Itu
adalah
perilaku
bagi
mereka
yang
berkantong  
lumayan   tebal.  
Bagi  sebagian   orang   yang   mempunyai
.
keuangan   yang
terbatas  jelas
mereka
akan
bertingkah  laku
macam-macam seperti   membeli,
menunda,
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter