|
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan TI sangat pesat, telah membawa dampak sangat
berarti bagi organisasi, dengan maraknya inovasi. TI telah membantu organisasi dalam
memperoleh data lebih cepatdanakurat. Hal ini menarik perhatian organisasi besar dan
menengah dalam memperoleh informasi yang berguna sehingga dapat dijadikan
Knowledge
merupakan aset bagi organisasi. Oleh karena itu
harus menyadari
bahwa knowledge
bukan suatu ilmu yang harus disimpan tetapi harus dikembangkan
agar bermanfaat dan menciptakan suatu inovasi baru. Untuk menjadikannya berguna
maka dapat diwujudkan dengan mengumpulkan knowledge
dalam suatu wadah
pengolahan disebut Knowledge Management (KM).
Museum Tekstil Jakarta merupakan sebuah lembaga edukatif kultural yang
mengemban misi untuk melestarikan budaya tekstil tradisional di Indonesia untuk
kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian,
mengkonservasi, melakukan riset, mengkomunikasikan, dan memamerkan benda nyata
kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan
di bawah naungan pemerintah
dan dinas kebudayaan. Sebagai satu-satunya Museum Tekstil di Jakarta dan pertama di
Indonesia yang memiliki tugas khusus tersebut, museum ini
senantiasa berupaya untuk
menjalankan fungsinya melalui berbagai program kegiatan bagi publik.
Turnover
merupakan masalah yang museum hadapi dan sangat berpengaruh
besar dalam organisasi, pergantian karyawan atau keluar masuknya karyawan dari
organisasi. Adanya data yang
menunjukan tingkat turnover
sebesar 40% pada bidang
|