Home Start Back Next End
  
11
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1.
Teori Budaya Pop
Sebelum membahas
mengenai
arti
budaya
pop,
penulis
merasa
perlu
untuk
mendefinisikan
istilah
budaya
secara
umum terlebih
dahulu.
Penulis
mengutip
dari
pendapat
Raymond
Williams
yang
terdapat
dalam buku
karya
John
Storey,
yang
menyebutkan
bahwa
budaya
secara
umum memilik
tiga
arti.
Arti
yang
pertama
adalah
suatu
proses
umum
perkembangan
intelektual, spiritual
dan
estetis. Kedua,
budaya
merupakan pandangan hidup tertentu dari masyarakat, periode, atau kelompok tertentu.
Sedangkan arti
ketiga
dari
budaya
menurut
Williams
adalah
karya
dan
praktek-praktek
intelektual, terutama aktivitas artistik.
Menurut Storey, apabila berbicara mengenai budaya pop, berarti menggabungkan
makna kedua dan makna ketiga di atas. Dalam bukunya Storey mengemukakan:
Makna kedua—pandangan hidup tertentu—memungkinkan kita untuk berbicara
dengan
praktek-praktek,
seperti
liburan
ke
pantai,
perayaan Natal,
dan
aktivitas
pemuda
struktural
sebagai
contoh-contoh budayanya. Semua hal ini biasanya
disebut
sebagai
budaya-budaya
yang
hidup (lived
cultures) atau
bisa
disebut
juga
sebagai praktek-praktek budaya. Makna ketiga—praktek kebermaknaan—
memungkinkan  kita  membahas  tentang  opera  sabun,  musik  pop  dan  komik
sebagai contoh budaya pop. Budaya ini biasanya disebut sebagai teks-teks budaya.
(Storey, 1993: 3)
Dalam situs http://en.wikipedia.org/wiki/Pop_culture disebutkan bahwa:
Popular culture, or pop culture, is the vernacular
(people’s)
culture that prevails
in any given society. The content of the popular culture is determined by the daily
interactions, needs and desires, and cultural ‘moments’ that make up the everyday
lives of the mainstream. It can include
any number of practices, including those
pertaining to cooking, clothing, mass media and the many facets of entertainment
such as sports and literature.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter