|
10
2.2 Konsep Shinto
Shinto
merupakan kepercayaan pribumi Jepang
yang bermula pada sejarah kuno
dan
mitos-mitos
pada
masyarakat
Jepang. Kegiatan
peribadatannya
mengutamakan
pemujaan
terhadap
arwah
nenek
moyang,
dan
alam lingkungannya.
Shinto
menganut
paham animisme. Mereka
mempercayai bahwa kekuatan-kekuatan
spiritual
yang disebut
dengan kami, ada di seluruh alam. Sebagai agama asli bangsa Jepang, Shinto telah
memberikan
banyak
pengaruh
di
dalam kehidupan
masyarakat
dan
kebudayaan
Jepang
(Akasaka, 1989 : 113).
Shinto
dapat
diartikan
sebagai
sebuah
kepercayaan
yang
ditemukan
dalam adat
setempat di Jepang. Arti kata Shinto yang paling mendasar adalah kepercayaan religius
yang ditemukan pada adat setempat dan diwariskan secara turun temurun di Jepang,
termasuk juga di dalamnya kepercayaan pada hal-hal yang gaib (Tsuda, 1965 : 10).
Sedangkan Tanaka (1990:294) mengemukakan pengertian Shinto sebagai
berikut;
????????????????????????????????
????????????????????????????????
????????????????????????????????
?????????????????
Arti
:
Secara
umum,
Shinto
adalah sebuah
kata
yang
dipakai
untuk
mewakili
kepercayaan tradisional orang Jepang yang berbasis kepercayaan terhadap dewa
dan roh. Bukan hanya itu, secara luas ajaran Shinto juga
menjadi pedoman bagi
orang Jepang dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya.
Kata
Shinto berasal
dari dua buah kanji yaitu kanji shin
[?]
atau
terkadang
diucapkan kami yang berarti
tuhan, dan kanji do atau to [?]
yang berarti
jalan
sehingga
gabungan dua buah kanji tersebut diartikan sebagai kami no michi (jalan tuhan). Istilah
kami
sebenarnya
tertuju
pada
penghormatan
pada
roh
yang
suci
dan
mulia
yang
|