Home Start Back Next End
  
17
Yang
mereka
maksud
dengan toshigami tersebut yakni kami yang turun ke dunia pada
saat tahun baru dengan tujuan untuk menghidupkan kembali energi bumi (dunia). Semua
persiapan
yang
dilakukan
menjelang
shogatsu
ditujukan
untuk toshigami
tersebut.
Sebutan untuk toshigami, kini juga ditujukan kepada arwah para leluhur keluarga. Oleh
karena itu, perayaan
shogatsu
juga
merupakan
salah
satu bentuk
penghormatan
kepada
arwah para leluhur (Brandon dan Stephan, 1994 : 17 ).
Sehubungan
dengan
shogatsu,
semua
kantor
pemerintah, sekolah dan sebagian
besar
urusan
bisnis
tutup
dari
tanggal 29
Desember
hingga
tanggal
3
Januari.
Bahkan
banyak pula perusahaan yang meliburkan karyawannya hingga satu atau dua minggu.
Maka
dari
itu
shogatsu juga
merupakan
hari
libur
panjang
bagi
masyarakat
Jepang.
Biasanya pada waktu ini ada yang menggunakan waktunya untuk pulang ke kampung
halaman atau mengunjungi sanak saudara mereka (Sudjianto, 2002 : 101).
Menurut
Story
of
Shogatsu
and
Koh
Hajime
dalam Nippon
Kodo
(2007),
dikatakan 
bahwa 
persiapan 
menjelang 
shogatsu 
mulai 
dilakukan 
dari 
tanggal 
13
Desember. Persiapan menjelang
shogatsu ini disebut dengan “shogatsu shimai”.
Kegiatan-kegiatan
menjelang
tahun
baru
yang
biasa
dilakukan
yaitu
membuat
sajian
khas
tahun
baru
seperti osechi
ryouri,
pembersihan
secara
besar-besaran
(oosouji),
kegiatan membuat mochitsuki, serta mempersiapkan dekorasi khusus untuk tahun baru.
Oosouji
adalah
kegiatan
membersihkan
secara besar-besaran yang dilakukan
sebelum perayaan
tahun
baru.
Tujuan
dari
dilakukannya
oosouji
ini
adalah
untuk
menyambut
datangnya
sang toshigami, karena dipercaya kami
hanya
mau
mendatangi
tempat-tempat
yang dalam keadaan bersih. Pembersihan
ini tidak hanya di rumah-rumah,
tapi juga dilakukan di kuil-kuil, gedung sekolah, perkantoran, dan tempat-tempat lainnya.
Pembersihan
ini
meliputi
seluruh
bagian
dalam
bangunan
hingga
daerah
bagian
luar
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter