|
16
dan
menyantap sedikit
makanan dengan
gembira,
namun sake
lebih banyak dikonsumsi
daripada makanan pada saat naorai (Ono, 1992 : 57).
Menurut Kato (1971 : 22), di dalam ajaran Shinto ada beberapa benda yang
dianggap suci seperti pedang, cermin, dan permata. Tiga benda ini umumnya diletakkan
di
altar
Shinto
(kamidana)
sebagai
persembahan
pada kami.
Cermin
dan
permata
merupakan benda
milik Amaterasu (dewi
matahari), sedangkan pedang
merupakan
benda milik Susano, adik dari Amaterasu. Selain itu ada juga benda lain yang dianggap
suci
seperti tali,
lentera dan mikoshi
(kuil
kecil
yang biasa digunakan dalam perayaan).
Lentera digunakan untuk penunjuk jalan bagi para dewa dan roh.
2.3 Konsep Shogatsu
Shogatsu adalah sebuah perayaan tahun baru di Jepang dan merupakan salah satu
kegiatan
tahunan
terpenting
bagi
masyarakat
Jepang.
Perayaan
shogatsu
tidak hanya
sehari tapi dirayakan selama
tiga hingga tujuh
hari
pertama
bulan
Januari.
Meskipun
begitu,
perayaan
utamanya
tetap
terpusat
pada
tanggal
1
Januari. Shogatsu
juga
sering
disebut dengan oshogatsu untuk bahasa lebih sopannya (Sudjianto, 2002 : 101).
Menurut
Story of Shogatsu and Koh Hajime
dalam Nippon Kodo (2007),
bagi
masyarakat Jepang shogatsu memiliki makna sebagai semangat baru di permulaan tahun
yang baru.
Tenaga
yang telah terkuras di
tahun kemarin akan terisi dan segar kembali di
awal tahun yang baru. Semua orang merayakan tahun baru dengan gembira dan juga
berdoa semoga di tahun
yang akan datang akan terus
hidup dalam damai dan dilimpahi
segala kebaikan.
Tujuan dari perayaan shogatsu ini tidak lain adalah untuk menyambut datangnya
sang dewa terhormat yang biasa disebut oleh masyarakat Jepang dengan toshigamisama.
|