|
47
yang berbicara dengan tata bahasa yang sempurna. Berbeda dengan anak kecil di bawah
usia pubertas yang mempelajari bahasa asing, mereka hampir tidak memiliki aksen
dalam pelafalan bahasa asing yang mereka peroleh. Ini menjelaskan pengalaman melihat
anak kecil berbicara bahasa asing dengan natural dan melihat orang dewasa berbicara
bahasa asing dengan aksen yang tidak natural. Namun bagi anak kecil yang ingin
memperoleh pelafalan seperti native harus diekspos secara cukup untuk memperoleh
pelafalan yang alami.
Orang dewasa memiliki kemajuan yang lebih cepat dalam masa pembelajaran
bahasa asing di tahap awal, tetapi bagi mereka yang menerima ekspos bahasa asing
secara alami selama masa kecilnya, secara hebat dapat meraih level yang lebih tinggi
dalam pelafalannya (Krashen, Long, dan Scarcella, 1979). Singleton (1995) menyatakan
bahwa tidak ada masa kritis untuk belajar kosakata bahasa asing bagi orang dewasa.
Perbedaan gaya belajar orang dewasa yang belajar secara analisis dan anak kecil
yang belajar secara natural adalah hal yang membedakan pembelajaran bahasa dan
perolehan bahasa mereka.
2.2.3. Faktor Halangan dalam Proses Belajar Orang Dewasa
Menurut Verner dan Davidson dalam Lunandi (1993) ada 6 faktor utama yang secara
fisik dan psikologis dapat menghambat orang dewasa dalam belajar:
1. Dengan bertambahnya usia,
titik dekat penglihatan atau titik terdekat
yang
dapat
dilihat secara jelas
mulai bergerak
menjauh. Pada
usia 20
tahun, seseorang dapat
melihat
jelas suatu benda pada
jarak 10
cm dari
matanya. Sekitar
usia 40
tahun,
titik dekat penglihatan itu sudah menjauh sampai 23 cm.
2. Begitu
pula
dengan
titik
jauh
penglihatan.
Seiring
dengan
bertambahnya
usia,
titik terjauh yang dapat dilihat secara jelas mulai berkurang, yakni makin pendek.
|