Home Start Back Next End
  
46
kemampuan lain yang dapat diperoleh dari pendidikan formal) (Cummins, dalam Taylor
1990).
Jika seorang anak belajar bahasa asing dalam masa usia 6-12 tahun, biasanya
mereka berbicara dengan kefasihan tanpa disertai aksen bahasa ibunya. Tetapi bila
pembelajaran ditunda sampai setelah usia 12 tahun, maka aksen bahasa asli akan jelas
terlihat (Birdsong dalam Smith, 2005).
Penelitian beliau mengindikasikan bahwa masa kritis memang ada di sekitar usia 6-12
tahun. Ini disebabkan karena seiring dengan bertambahnya usia, kita kehilangan
kapasitas untuk mengadaptasi otak kita dari pelafalan bahasa asli ke pelafalan bahasa
asing yang baru (seperti konsonan dan vokal).
Teori ini didukung oleh Kennedy (dalam Smith, 2005) yang menyatakan jika
sistim pelafalan sudah terpaku mati dalam otak kita, maka bahasa asli kita akan menolak
segala jenis perubahan ataupun penambahan yang mencakup segala bunyi baru atau
pelafalan baru dari bahasa asing. Ditambah dengan faktor fisik seperti otot bicara. Saat
usia muda, otot yang mengontrol logat bicara kita masih lunak dan bisa dilatih dan bisa
mencapai pelafalan seperti native. Dan selanjutnya dengan bertambahnya usia, maka
otot-otot pun semakin melemah dan kaku. Inilah sebabnya mengapa dalam usia masa
kritis, anak-anak lebih mudah mencapai pelafalan bahasa asing seperti native tetapi tidak
dengan orang dewasa.
Penelitian oleh Coppetier dan Scovel (1981) menyatakan bahwa bahkan pelajar
bahasa asing dewasa yang sudah di tingkat kemahiran tinggi tidak berperfoma secara
sempurna dalam pelafalan. Oyama (1976) menyatakan pelajar bahasa asing dewasa
hampir selalu memiliki aksen bahasa ibu mereka dalam pengucapan bahasa asing yang
mereka pelajari, aksen mereka hampir selalu dapat dikenali bahkan termasuk mereka
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter