Home Start Back Next End
  
45
Chaterine E.Snow juga memberikan bukti-bukti yang menentang teori masa
kritis. Dalam penelitiannya yang membandingkan antara anak kecil dan orang dewasa
belajar bahasa asing, membuktikan bahwa pelajar di atas usia masa kritis (pubertas atau
12 tahun) memiliki performa yang lebih baik daripada anak kecil di bawah kondisi
terkontrol, kecuali dalam hal pelafalan.
Dalam bukti-bukti tersebut jelas memperlihatkan bahwa tidak ada masa kritis untuk
mempelajari bahasa asing. Bahwa tidak ada penetapan dalam batas kapan seharusnya
seseorang mempelajari bahasa asing. Tetapi, memang ada banyak sekali perbedaan
antara pelajar dewasa dan pelajar anak dalam mempelajari suatu hal yang baru seperti
kimia, musik, matematika, dan sebagainya termasuk bahasa. Dalam hal belajar, orang
dewasa memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Dan semua keuntungan
dan kerugian itu memiliki variasi dalam berbagai usia pula.
Robertson (2002) mengamati bahwa dalam memperoleh kesuksesan dalam
mempelajari bahasa asing tidak hanya dilihat dari faktor usia saja, bahwa banyak faktor
utama lain yang mempengaruhi perolehan bahasa asing tersebut seperti motivasi diri,
kecemasan, kemampuan pemahaman dan pengekspresian, pengaturan dan komitmen
waktu dan sebagainya.
Beberapa keahlian menguasai bahasa asing memang lebih baik jika diperoleh saat
usia muda, namun beberapa juga lebih baik diperoleh di saat usia dewasa. Anak usia
sekolah lebih unggul dari pelajar dewasa dalam pemahaman pendengaran dan
kemampuan berkomunikasi (kefasihan berbicara dan aksen, yang mana bisa diperoleh
dari pendidikan informal), dimana keuntungan pelajar dewasa adalah pemahaman
membaca dan kemampuan akademik bahasa (kemampuan menerjemahkan dan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter