Home Start Back Next End
  
54
Bahasa Mandarin
merupakan bahasa simbol dan juga bahasa ucapan. Peneliti
Dr.
Sophie
Scott
dari
Wellcome
Trust
dari
Inggris,
menemukan
bahwa
orang
yang
mempelajari
bahasa
Mandarin
menggunakan kedua
bagian
otaknya
untuk
memahami bahasa tersebut.
Dibandingkan dengan bahasa Inggris sebagai bahasa
alfabet
yang
hanya
menggunakan satu
sisi
dari
otaknya
yaitu
sebelah
kiri
yang
memang
berfungsi
untuk
memroses
bahasa.
Perbedaan intonasi
nada
dalam
bahasa
Mandarin
dipercaya
oleh
para
peneliti
menjadi
alasan
mengapa
orang
yang 
belajar 
Mandarin 
menggunakan  kedua 
bagian 
otaknya 
untuk
memahaminya. Karena otak
sebelah kanan biasanya dihubungkan dengan
fungsi
untuk
memproses
musik atau
nada. Penelitian
lain
(Hatta,
Tzeng,
Hung, Cotton
&
Wang
dalam
Taylor,
2001)
menemukan bahwa
untuk
memproses
sebuah
karakter
dalam
bahasa
Mandarin
menggunakan otak
sebelah
kanan,
yang
mana
salah satu
fungsinya adalah
imaginasi visual
atau
gambar.
Sementara
memroses
dua
buah
karakter
huruf
Mandarin,
menggunakan otak
sebelah
kiri.
Dengan
penjelasan sebagai berikut jika kita mencari arti sebuah karakter di dalam kamus,
kita
akan
mengingatnya dengan
otak
sebelah
kanan
yang
berfungsi
sebagai
imaginasi
visual
atau
gambar.
Tetapi
jika  kita  membaca
dua 
buah
karakter,
proses
itu
akan
beralih
ke
otak
sebelah
kiri
yang
mana
fungsinya adalah
untuk
memroses
tata
bahasa.
Oleh
karena
itu
mempelajari bahasa
Mandarin
yang
merupakan  bahasa 
simbol, 
bahasa 
alfabet 
(pinyin), 
dan 
bahasa 
yang
menggunakan
intonasi
untuk
pengucapannya, serta
membutuhkan
kedua
bagian
otak
untuk
memahami keseluruhannya, 
menjadikan bahasa
Mandarin
lebih sulit
untuk dipelajari.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter