|
55
2.4. Kerangka Pemikiran Peneliti
Dalam penelitian ini, penulis membahas mengenai proses belajar orang dewasa.
Mengingat bahasa Mandarin merupakan bahasa yang cukup penting dan banyak orang
dewasa yang mulai mempelajarinya di masa sekarang ini dan di masa depan nantinya,
maka menginspirasi penulis untuk memilih tema kesulitan orang dewasa dalam
mempelajari bahasa Mandarin. Penulis memfokuskan penelitian ini pada orang dewasa
awal dalam cakupan usia 20-45 tahun yang belajar bahasa Mandarin di tempat kursus di
Jakarta.
Dalam penelitian ini, penulis memasukkan teori perkembangan orang dewasa
awal, konsep pembelajaran orang dewasa awal, dan teori faktor halangan orang dewasa
belajar. Penulis juga membandingkan pembelajaran antara anak kecil dengan orang
dewasa untuk memperlihatkan apa perbedaan pembelajaran dan perolehan bahasa asing
antara anak kecil dan orang dewasa. Karena ada teori yang mengatakan bahwa belajar
bahasa asing sebelum usia pubertas (12 tahun) lebih mudah daripada usia dewasa.
Teori oleh Eric Lenneberg menyatakan bahwa masa kritis (critical period) untuk
mempelajari bahasa asing harus dilakukan sebelum usia 12 tahun atau masa pubertas,
karena otak anak usia di bawah 12 tahun masih berkembang sehingga mengakibatkan
kemudahan dalam hal belajar bahasa. Teori lain yang menentang teori tersebut adalah
penelitian dari Chaterine E.Snow yang menyatakan bahwa dalam mempelajari bahasa
orang dewasa dan anak kecil memiliki keuntungan dan kerugiannya tersendiri. Begitu
pula dengan Robertson yang menyatakan bahwa dalam memperoleh kesuksesan belajar
bahasa tidak hanya dilihat dari faktor usia saja. Banyak faktor lain yang juga
mempengaruhi perolehan bahasa asing.
|