|
6
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Logika Fuzzy
2.1.1
Pendahuluan
Titik
awal
dari
konsep
modern
mengenai
ketidakpastian
adalah
paper
yang
dibuat
oleh
Lofti
A
Zadeh,
di
mana
Zadeh
memperkenalkan teori
yang
memiliki
objek-objek dari
himpunan Fuzzy
yang
memiliki
batasan
yang
tidak
presisi dan
keanggotaan dalam
himpunan Fuzzy,
dan
bukan dalam bentuk
logika
benar
(true)
atau
salah
(false),
tapi
dinyatakan
dalam
derajat
(degree).
Konsep
seperti ini disebut dengan Fuzziness dan teorinya dinamakan Fuzzy Set Theory.
Fuzziness
dapat
didefinisikan sebagai
logika
kabur
berkenaan
dengan
semantik
dari
suatu
kejadian,
fenomena
atau
pernyataan
itu
sendiri.
Seringkali
ditemui
dalam
pernyataan
yang
dibuat
oleh
seseorang, evaluasi
dan
suatu
pengambilan keputusan. Sebagai contoh:
1.
Manajer
pergudangan
mengatakan
pada
manajer
produksi
seberapa
banyak
persediaan barang
pada
akhir
minggu
ini,
kemudian
manajer
produksi
akan
menetapkan
jumlah
barang
yang
harus
diproduksi
esok
hari.
2.
Pelayan
restoran
memberikan
pelayanan
terhadap
tamu,
kemudian
tamu
akan
memberikan tip
yang
sesuai
atas
baik
tidaknya
pelayanan
yang
diberikan.
3.
Anda
mengatakan pada
saya seberapa sejuk ruangan yang anda
inginkan,
saya akan mengatur putaran kipas yang ada pada ruangan ini.
|