|
19
tetapi tersirat, dan merupakan bagian situasi komunikasi. Terjemahan itu harus begitu
eksplisit, misalnya dengan menyatakan, John made the Queen Englands yearly Honors
list. Informasi
implisit
hanya boleh dibuat eksplisit jika diperlukan
untuk
menyampaikan
makna
yang
tepat,
atau
untuk
mendapatkan
kewajaran
bentuk
dalam
terjemahan.
Kadang-kadang informasi itu harus dibuat eksplisit karena penulis bahasa sumber dan
khalayaknya memiliki informasi yang tidak dikenal oleh khalayak bahasa sasaran.
2.3 Teori Komponen Makna
Satuan terkecil dalam struktur semantis ialah komponen makna, yang mengelompok
untuk
membentuk
konsep
(Larson, 1989:30).
Secara
semantis
komponen
makna
dan
konsep dibagi menjadi empat kelompok utama, yaitu BENDA, KEJADIAN, ATRIBUT,
dan
RELASI.
BENDA
mencakup
semua
makhluk bernyawa (baik dalam dunia nyata
maupun
dalam dunia
gaib,
misalnya
anak,
roh,
malaikat);
dan
semua
satuan
tidak
bernyawa, misalnya
batu,
galaksi,
darah.
KEJADIAN
mencakup
semua
perbuatan,
perubahan
keadaan
(proses)
dan
pengalaman,
misalnya makan,
minum,
pikir,
teriak.
ATRIBUT
mencakup
semua
sifat
kualitas
dan kuantitas yang dianggap berasal dari
BENDA atau KEJADIAN, misalnya panjang, tebal, empuk, kasar, dengan perlahan-
lahan, tiba-tiba, sedikit, semua. Dan yang terakhir RELASI
mencakup semua
hubungan
antara dua buah satuan semantis, misalnya dengan, oleh, karena, sejak, dan, karena itu,
sesudah, atau.
Pada
umumnya
nomina
dan
pronominal dari
gramatika
merujuk
ke
BENDA
dalam
struktur
semantik;
verba
dari
gramatika
ke KEJADIAN,
adjektiva
dan
adverbial
dari
gramatika
ke
ATRIBUT;
konjungsi,
preposisi,
partikel,
enklitik
dan
lain-lain
ke
RELASI.
|