|
18
kata. Misalnya, dalam bahasa Inggris, seorang ibu yang melihat anaknya hampir
memasukkan tangannya ke api akan berteriak, No! Si anak mengerti amanat itu,
Jangan
masukkan
tanganmu
ke
api!.
Semua
informasi
itu
hanya
dinyatakan
dengan
satu kata
No, karena situasi
itu. Dalam situasi
lain,
makna kata
No
mungkin sangat
berbeda,
seperti
jika
digunakan
untuk
menjawab
pertanyaan,
Apakah
kamu
pergi
ke
kota kemarin? Informasi
yang
tersirat dalam jawaban
itu tidak ditemukan dalam situasi
itu, tetapi dalam konteks linguistisnya, yaitu dalam pertanyaan yang telah ditanyakan.
Orang
yang
membaca cerita
tentang suatu kejadian dalam kebudayaan
lain
mungkin
tidak
mengerti cerita itu sama sekali, karena begitu banyak
informasinya
yang dibiarkan
implisit. Misalnya Richards, yang bekerja dengan para penutur bahasa Waura, Brasilia,
bermaksud
menerjemahkan
salah
satu
cerita
mereka
ke
dalam bahasa
Portugis.
Akan
tetapi, ia merasa sangat sulit karena teks itu sendiri tidak menyebutkan pelbagai
partisipan
dalam
cerita
itu.
Penutur
cerita
itu
tidak
membuat
informasi
ini
eksplisit
karena setiap orang dalam kebudayaan
itu
tahu siapa
melakukan apa pada
festival
yang
diperikannya. Struktur bahasanya
tidak
mengharuskan
informasi
ini
dimasukkan,
dan
karena
kebudayaan
yang
umum telah
memberikan
informasi
itu
kepada
khalayaknya,
informasi
itu
dibiarkan implisit. Akan
tetapi, terjemahan
ke
dalam bahasa
Portugis
memerlukan
informasi
yang
eksplisit
sehingga
cerita
itu
dapat
dimengerti.
Agar
dapat
mengetahui
makna
teks
itu
secara
memadai, orang harus
tahu latar
situasi
dari
komunikasi itu.
Jika seseorang menulis,
John made the Queens list, ia menganggap pembacanya
sudah tahu bahwa yang dimaksud adalah Ratu Inggris. Akan tetapi, untuk khalayak
yang tidak mengetahui fakta ini dan tidak pernah mendengar tentang Ratu itu, apalagi
daftarnya,
maka
informasi
tersirat
itu
harus
ditambahkan.
Informasi
itu
tidak
absen,
|