Home Start Back Next End
  
17
2.2.4 Makna Situasional Implisit
Selain makna referensial dan makna konteks linguistis, ada juga makna situasional
yang
sangat
penting
untuk
mengerti
teks
apa
saja.
Amanat
teks
dihasilkan
dalam suatu
situasi komunikasi. Misalnya, hubungan antara penulis atau pembaca dengan orang yang
disapa
akan
mempengaruhi
komunikasi
itu.
Makna
situasional
ditentukan oleh tempat
komunikasi itu berlangsung; waktu
berlangsungnya;
umur;
jenis
kelamin;
status
sosial;
hubungan antara pembicara dan pendengarnya; praanggapan yang
dibawa
masing-
masing pihak ke dalam komunikasi itu; latar belakang budaya pembicara dan orang yang
disapanya, dan lain-lain.
Misalnya orang yang sama dapat diacu dengan pelbagai unsur leksikal. Seorang yang
bernama Achmad Sanjaya dapat dipanggil Achmad, Pak Achmad, Profesor Sanjaya, dan
lain-lain. Tergantung pada situasinya. Pemilihannya mengandung makna situasional;
artinya
dapat
menunjukkan
apakah
situasi
itu formal
atau
tidak
formal.
Seorang
teman
yang
mengacunya
sebagai Achmad
sewaktu
menyalaminya
di
pagi
hari
mungkin
memanggilnya Pak Achmad, ketika
memperkenalkannya di seminar
universitas. Bentuk
leksikal yang berbeda dipilih untuk menunjukkan makna situasional.
Informasi
yang dibiarkan
implisit ketika berbicara kepada seseorang
mungkin dibuat
eksplisit
ketika
berbicara kepada orang lain. Seorang istri
mungkin
berkata
kepada
suaminya,
“Parto
sakit.”
Dalam melaporkan
informasi
yang
sama
kepada
dokternya,
ia
akan
mengatakan,
“Anak saya Parto sakit”
atau “Anak saya sakit.” Informasi anak saya
tidak
diperlukan
untuk
menandakan Parto
ketika
berbicara
kepada
suaminya
yang
tahu
benar siapa Parto itu.
Sering
dalam percakapan
ada
banyak
hal
dalam situasi
itu
yang
memungkinkan
pendengarnya
mengerti
persis
apa
yang
dimaksudkan
tanpa
memerlukan
banyak
kata-
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter