Home Start Back Next End
  
16
mengupas apel, dan kemudian Nani yang lain memakannya. Setiap bahasa
mempunyai
cara untuk menandai makna konteks linguistis, tetapi cara ini mungkin berbeda-beda.
Dalam banyak bahasa, membiarkan informasi implisit merupakan salah satu ciri yang
digunakan untuk menandai makna konteks linguistis. Bagian informasi
yang terdapat
dalam struktur
semantis
dibiarkan
implisit
dalam
gramatikalnya
untuk
menunjukkan
informasi
lama,
untuk
menambah
keutuhan
(kohesi),
dan
dalam kasus
tertentu,
bahkan
untuk menandai tema atau fokus.
Dalam bahasa
Ibrani,
kisah
penciptaan
dalam Kejadian:1
menggunakan
nama
Allah
secara
eksplisit
sebanyak
tiga
puluh
dua
kali
karena
Allah
merupakan
pelaku dari
kebanyakan
tindakan
yang
diberikan.
Akan
tetapi,
dalam bahasa
lain,
kata
Allah
hanya
disebut sekali saja di permulaan terjemahan, dan dibiarkan implisit di seluruh cerita
selanjutnya.
Bahasa
tertentu
mempergunakan pronomina untuk mempertahankan
sebagian maknanya, dan bahasa lain hanya menggunakan afiks verba yang menyatakan
persona
ketiga.
Informasi
tertentu
ini
dibiarkan implisit
dalam
kalimat-kalimat
teks itu
untuk menambah keutuhan cerita itu. Tidak ada informasi yang hilang; informasi itu
hanya
dibiarkan
implisit.
Dalam
menerjemahkan
bahasa
Ibrani
ke
dalam bahasa
Aguaruna, misalnya, Allah dibuat eksplisit hanya pada
permulaan
teks
itu,
ketika
pelakunya merupakan informasi baru. Selanjutnya, karena kata itu menjadi informasi
lama,
kata
itu
tidak
akan
diulang
lagi
secara
eksplisit.
Jika kata
itu
diulang
lagi,
maka
pembaca
Aguaruna
akan
bingung
sekali
dan menyangka ada banyak Allah, dan bukan
satu Allah, yang terlibat dalam karya penciptaan.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter