|
15
2.2.3 Informasi Implisit dan Makna Linguistis
Makna
referensial disusun dalam struktur semantis.
Butir-butir
informasinya dikemas
atau
disatukan
dan
diungkapkan
dalam pelbagai
kombinasi.
Sewaktu
butir-butir
kombinasi
ini
dikemas
ke
dalam
satuan
yang
makin
besar,
didapatkan
makna
konteks
linguistis, yang harus dipertimbangkan dalam
terjemahan. Misalnya, jika kata apel sudah
di rujuk dalam teks itu, dan kemudian kata itu dirujuk lagi, maka kenyataan bahwa apel
itu adalah apel yang sama
merupakan bagian
makna konteks linguistis. Informasi
tertentu dapat merupakan informasi lama (yang sudah disebutkan sebelumnya), atau
informasi baru. Informasi bisa berupa topik (apa yang sedang dibicarakan) wacana itu,
atau sebutan tentang topik. Informasi tertentu lebih merupakan inti amanat, yaitu lebih
penting atau lebih prominen. Makna konteks linguistislah yang yang menggabungkan
informasi
referensial
ke
dalam teks
yang
utuh
(koheren).
Makna
konteks
linguistis
ditandai oleh
deiktik, pengulangan, pengelompokan, dan banyak ciri
lain dalam struktur
gramatikal sebuah teks.
Kedua proposisi Nani mengupas apel dan Nani makan apel mencakup NANI sebagai
pelaku, dan APEL sebagai penderita. NANI dan APEL
dirujuk dua kali (makna
referensial),
tetapi
untuk
membentuk
struktur
gramatikal
yang
benar,
kita
juga
harus
tahu apakah makna konteks linguistis itu mencakup hanya satu NANI dan hanya satu
APEL, atau ada dua NANI, atau dua APEL. Jika hanya ada satu NANI dan satu APEL,
maka struktur lahirnya adalah NANI mengupas apel, dan kemudian dia memakannya.
Sesudah diberikan proposisi pertama, NANI dan APEL menjadi informasi lama dan
karenanya digunakan bentuk pronominal. Akan tetapi jika ada dua NANI yang diacu dan
hanya satu APEL,
maka bentuk
gramatikanya
harus ditunjukkan,
misalnya dengan Nani
|