Home Start Back Next End
  
14
makna
itu sudah tercakup di bagian
lain dalam teks
itu; atau karena
informasi
itu sudah
dikenal dalam situasi komunikasi itu.
2.2.2 Makna Referensial Implisit
Biasanya makna diartikan sebagai sesuatu yang dirujuk oleh kata atau kalimat,
misalnya kata apel merujuk ke buah yang dihasilkan oleh pohon tertentu. Orang
mengetahui makna apel karena mereka telah melihat apel dan belajar menyebutnya apel.
Makna ini disebut makna referensial (makna rujukan atau makna acuan), karena kata itu
merujuk
langsung ke benda, kejadian, atribut, atau relasi tertentu
yang dapat dilihat atau
dibayangkan.
Semua bahasa mempunyai bentuk gramatikal yang mutlak dipunyai, tetapi bentuk ini
dalam tiap
bahasa
berbeda-beda.
Misalnya
dalam bahasa
Inggris,
nomina
tunggal
atau
jamak
harus
selalu
dibuat
eksplisit.
Orang
tidak
dapat
mengatakan, I
saw
dog
walking
down
street,
melainkan I
saw
some
dogs
walking
down
the
street
,
atau
I
saw
a
dog
walking
down
the
street.
Dalam bahasa
Inggris,
jumlah harus
dibuat
eksplisit,
tetapi
dalam kebanyakan
bahasa,
misalnya
bahasa
Indonesia,
jumlah
dapat
dibiarkan
implisit.
Kita dapat mengatakan Saya melihat anjing berjalan, dan
tidak
tahu berapa anjing
yang
sedang berjalan itu.
Makna
referensial
yang
implist dan
yang eksplisit tergantung pada bahasa
itu sendiri.
Oleh karena hal ini berbeda-beda untuk tiap bahasa, dalam penerjemahan diperlukan
banyak penyesuaian.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter