|
13
Nida dan Taber dalam Simatupang
(2000:39)
membagi
terjemahan
ke
dalam
terjemahan
yang
harafiah
dan
yang
dinamis. Terjemahan
yang
dinamis
pada
Nida
dan
Taber dapat disepadankan dengan terjemahan yang berdasarkan makna pada Larson.
2.2 Teori yang Berhubungan Dengan Informasi Implisit dan Eksplisit
Dalam Sub bab ini penulis akan membahas mengenai teori yang berhubungan dengan
informasi implisit dan eksplisit menurut Larson (1989:38-45).
2.2.1 Informasi Implisit dan Eksplisit
Informasi
implisit adalah
informasi yang tidak
mempunyai bentuk, tetapi merupakan
bagian
dari
keseluruhan
komunikasi
yang dimaksud
oleh
penulisnya.
Sebaliknya
informasi
eksplisit
adalah
informasi
yang diungkapkan
secara
jelas
dengan
struktur
leksikal dan bentuk gramatikal.
Dalam komunikasi
biasanya
ada
beberapa
informasi
yang
dihilangkan,
karena
orang
yang disapa sudah tahu fakta
itu.
Seperti
yang
dikemukakan
Larson
(1989:40),
jika
seseorang
berbicara
atau
menulis,
jumlah
informasi
yang
dimasukkan
dalam teks
itu
tergantung pada jumlah informasi yang telah dikenal oleh pembicara (penulis) dan orang
yang disapanya. Misalnya, penyiar berita di Amerika Serikat akan membuat kalimat
seperti ini, Rancangan pajak Reagan disahkan di Senat hari ini. Jika penyiar itu
mengatakan,
Rancangan
pajak
yang
diajukan
Presiden
Amerika
Serikat,
Ronald
Reagan,
disahkan
dalam
Senat
Amerika
Serikat hari
ini,
orang
akan
segera
berhenti
mendengarkan
penyiar
itu,
karena
penyiar itu
menghabiskan
waktu
menyiarkan
berita
yang sudah mereka ketahui.
Dalam setiap
teks
ada
informasi
atau
makna
yang
implisit.
Informasi
atau
makna
tertentu
dibiarkan
implisit
karena
karena
struktur
bahasa
sumbernya;
informasi
atau
|