|
47
Berdasarkan
uraian
di
atas,
dapat
ditarik kesimpulan bahwa keseimbangan lintas
perakitan tersebut didasarkan pada hubungan antara :
a. Kesepatan produksi (production rate)
b. Operasi-operasi yang diperlukan dan urut-urutan kebergantungan (sequence)
c. Waktu
yang
diperlukan
untuk
menyelesaikan
setiap
operasi
(work
element
time)
d. Jumlah operator / pekerja yang melakukan operasi tersebut
2.6.3
Terminologi Line Balancing
Menurut
Mikell
P.
Groover
(2001,
p529
532),
dalam
line
balancing
terdapat
beberapa
konsep
yang
digunakan
untuk
mengukur
performansi line
balancing
problem. Berikut adalah konsep dan terminology yang digunakan :
1.
Work Element
Bagian dari keseluruhan pekerjaan dalam proses
assembly.
Umumnya, N
didefinisikan sebagai
jumlah
total
dari
elemen
kerja
yang
dibutuhkan
untuk
menyelesaikan suatu assembly dan i adalah elemen kerja.
2.
Workstation (WS)
Lokasi pada
lini
assembly
atau pembuatan suat produk
dimana
pekerjaan
diselesaikan
baik
manual
maupun
otomatis.
Jumlah
minimum
dari
stasiun
kerja adalah K, dimana K harus = i.
|