|
13
formal.
Karena
keterbatasan
ini, maka banyak
penggunaannya
terdesak
oleh
metode
formal
yang
semakin
populer.
Banyak
pengusaha
formal
yang
sederhana
atau karena
mereka
lebih
menyukai
pendekatan
yang bersifat
pertimbangan
untuk
meramal
daripada
pendekatan yang lebih objektif.
Metode
statistika
formal
dapat
juga
menyangkut
ekstrapolasi,
tetapi
hal ini
dilakukan mengikuti cara yang standar dengan menggunakan pendekatan sistematis
yang meminimumkan galat
peramalan. Terdapat beberapa metode formal, seringkali
hanya
dengan
ukuran
statistik
yang
terbatas,
yang
murah
dan
mudah
digunakan
serta
yang dapat
diterapkan
secara
mekanis.
Metode
ini sangat
bermanfaat
bila ramalan
dibutuhkan
untuk
sejumlah
besar
item
dan
bilamana
kesalahan
peramalan
pada
sebuah
item tidak terlalu mahal.
Orang
yang tidak
mengenal
metode
peramalan
kuantitatif
sering
berpikir
bahwa
masa
lalu tidak
dapat
menerangkan
masa
depan
secara
tepat
karena
segala
sesuatunya
berubah secara
tidak
konstan.
Tetapi
setelah
sedikit
mengenal data
dan
tehnik
peramalan,
maka
menjadi
jelas
walaupun
tidak
ada yang
tetap
sama,
sejarah
dapat
menjelaskan
hubungan
antara
faktor
yang
diramalkan
dan waktu
itu sendiri
(atau
beberapa waktu lainya), yang memungkinkan terjadinya peningkatan peramalan.
Suatu dimensi
tambahan
untuk
mengklasifikasi
metode
peramalan
kuantitatif
adalah
dengan
memperhatikan
model
yang
mendasarinya.
Terdapat
dua jenis
model
peramalan
yang utama,
yaitu: model
deret berkala
dan
model regresi (kausal). Pada jenis
yang
pertama,
pendugaan
masa
depan
dilakukan
berdasarkan
nilai
masa
lalu
dari
suatu
variabel
dan/atau
kesalahan
masa
lalu.
Tujuan
metode
peramalan
deret
berkala
seperti
itu adalah
menemukan
pola dalam deret
data historis
mengekstarapolasikan
pola tersebut
ke masa depan.
|