|
12
Situasi
peramalan
sangat
beragam
dalam
horison
waktu
peramalan,
faktor
yang
menentukan
hasil
sebenarnya,
tipe
pola
data
dan
berbagai
aspek
lainya.
Untuk
menghadapi
penggunaan
yang
lain
seperti
itu, beberapa
teknik
telah
dikembangkan.
Tehnik
tersebut
dibagi
dalam
dua
kategori
utama,
yaitu
metode
kuantitatif
dan
metode
kualitatif
atau
teknologis.
Metode
kuantitatif
dapat dibagi
menjadi
deret
berkala
dan
metode kausal, sedangkan
metode
kuantitatif atau teknologis
dapat dibagi
menjadi
metode eksploratoris dan normatif.
Peramalanan kuantitatif dapat diterapkan
bila terdapat tiga kondisi berikut:
1. Tersedianya
informasi tentang masa lalu.
2. Informasi tersebut dapat di kuantitatifkan dalam bentuk data numeric.
3. Dapat
diasumsikan
bahwa beberapa aspek
pola masa
lalu akan terus berlanjut
di
masa mendatang.
Kondisi
yang terakhir
ini dikenal sebagai asumsi kesinambungan;
asumsi
ini merupakan
premis
yang
mendasari
semua
metode
peramalan
kuantitatif
dan
banyak
metode
peramalan teknologis, terlepas dari bagaimana canggihnya metode tersebut.
Tehnik
peramalan
kuantitatif
sangat
beragam,
dikembangkan
dari
berbagai
disiplin
dan untuk
berbagai
maksud. Setiap tehnik
mempunyai
sifat, ketepatan
dan biaya
tersendiri
yang harus
dipertimbangkan
dalam
memilih
metode tertentu.
Prosedur
peramalan
kuantitatif
terletak
diantara
dua
ekstrim
rangkaian
kesatuan
yaitu:
metode
naif
atau
instituitif,
dan
metode
kuantitatif
formal
yang
didasarkan
atas
prinsip-prinsip
statistika. Jenis yang
pertama
menggunakan
ekstrapolasi
horizontal,
musiman
dan
trend.
Jenis
ini
didasarkan
atas pengalaman
empiris yang sangat beragam
dari bisnis
ke bisnis,
produk
ke
produk,
dan
dari
peramalan
yang
satu
ke
peramalan
yang
lain.
Metode
naif
bersifat sederhana dan
mudah dipakai, tidak selalu tepat seperti
metode kuantitatif
|