|
28
Menurut
Nurgiyanto
(2002:172)
bahwa
penokohan
dan
pemplotan
merupakan
dua
fakta
cerita
yang
saling
mempengaruhi
dan
menggantungkan
satu
sama
lain.
Dengan
kata
lain, plot
memang
merupakan
kerangka-kerangka
yang
membangun
sebuah
cerita
sementara tokoh
merupakan
pewarna
dalam sebuah drama. Pada hakikatnya, orang akan
lebih tertarik pada warna
ini dibanding
dengan kerangka-kerangka
yang
menyusunnya.
Itulah mengapa tokoh memiliki peranan penting sebagai pewarna agar cerita dalam
sebuah
drama
tampak
lebih
hidup.
Plot
juga merupakan
penjelasan
bagaimana
sebuah
tokoh
itu
bisa
terbentuk. Oleh
karena
itu
keduanya
merupakan kesinambungan
yang
sangat erat kaitannya dalam membangun sebuah cerita.
Nurgiyanto
(2002:173)
juga
mengungkapkan
mengenai
tokoh
dan tema dimana
sebagai
unsur
utama
sebuah
karya
fiksi,
tokoh
dan
tema
juga
saling
berhubungan
erat.
Apabila
sebuah
tokoh
dimasukkan
ke
dalam
sebuah
tema
tertentu
yang
tidak
relevan,
maka
tokoh
itu
tidak
akan
bisa
disampaikan
kepada
penonton.
Jika
dipaksakan,
maka
akan
terjadi keanehan
dalam sebuah cerita
yang
membuat kisahnya terasa
begitu
janggal
dan
tidak
bisa
diterima
masyarakat.
Oleh
sebab
itu, biasanya
penulis
akan
memilih
karakter-karakter
yang paling sesuai dengan temanya.
Dalam pembagiannya,
tokoh
memiliki
banyak
bagiannya,
namun pada dasarnya
setiap
drama
akan
memiliki
tokoh
utama,
tokoh pembantu,
tokoh
antagonis
dan tokoh
protagonis.
Tokoh-tokoh
ini yang
akan
saling
beradu
secara
emosional
sehingga
menimbulkan
perasaan
ikut terhanyut
ke dalamnya,
yang
membuktikan
bahwa tokoh
itu
terasa begitu relevan dengan
penonton.
|