|
27
Sementara
itu menurut Yabuuchi (2004:268)
disebutkan
pula bahwa
pembayaran
atas
kewajiban
ini masih tidak lebih dari sebelah pihak dan tidak ada batasan waktunya.
Pada
intinya,
seseorang
yang
membayarkan
giri
harus
membayarkan
gimu
seperti
ia
membayar
giri
tersebut.
Keduanya
adalah
kewajiban
dan
aturan
yang
membuat
seseorang
bersikap
berbalasan
atau
timbal
balik
demi
keharmonisan
hidup.
Hanya
saja
keduanya dikondisikan berbeda dalam penerapannya.
2.4 Teori Penokohan
Tokoh
merupakan
unsur penting
dalam setiap
karya fiksi. Seperti
dikatakan Unsriana
dan Vitriani
(2006:109)
bahwa
karakter
adalah
pemeranan,
pelukisan
watak.
Sebuah
karakter
akan
mampu
membangkitkan
semangat
penikmat
karya fiksi
karena
tokoh
merupakan
pusat
dari
sebuah
cerita.
Biasanya
orang
akan
lebih
memperhatikan
seorang
karakter
atau
tokoh
dibanding
plot
ceritanya.
Tokoh
yang
memiliki
karakter
kuat
akan
mampu membawa suasana yang lebih mendalam. Bisa dikatakan, khususnya dalam
drama,
bahwa
tokoh
adalah
penentu
dari
sebuah
drama.
Sebuah
tokoh
yang mampu
menempatkan
karakternya
dengan
baik, akan
membuat
penonton
menjadi
terpikat
dan
jatuh cinta terhadap drama tersebut.
Seperti
dikatakan
oleh
Jones
melalui
Nurgiyanto
(2002:165)
bahwa
penokohan
adalah
pelukisan
yang
jelas
tentang
seseorang
yang
ditampilkan
dalam sebuah
cerita.
Sehingga
jika tokoh
yang
ada dalam
sebuah
cerita
tidak
jelas,
maka
drama
tersebut
kemungkinan
besar
tidak
akan
bisa dinikmati
masyarakat.
Hal
ini
juga
menunjukkan
betapa besarnya
peranan
sebuah
tokoh
dalam
sebuah
drama.
Unsur
tokoh
merupakan
penting dalam hal menghidupkan sebuah cerita, menomorduakan
unsur-unsur
lainnya.
|