|
26
orangtua
mereka
sendiri
yang
telah merawat
mereka
sebagai
anaknya.
Ditambah
lagi,
bagaimana
cara
seorang
anak
membalas
jasa
orangtua
dengan
berbakti
dan
sadar
apa
yang
harus
ia
bantu
untuk
orangtua
sendiri,
seperti
misalkan
membantu
membersihkan
rumah.
Sementara
chuu sendiri
dijabarkan
sebagai
sebuah
kesetiaan
yang diberikan
seorang bawahan terhadap atasan dalam jaman-jaman sejarah.
Pada
dasarnya,
menurut Benedict (1996:117)
dalam
membuat
jasa
seperti
ini, Jepang
telah
mengadaptasi
konsep
dari
Cina tentang
kewajiban
terhadap
negara
dan
sikap
baik
pada
orangtua. Sikap
seperti ini
menunjukkan
bahwa
seorang anak
telah
melakukan
gimu
pada
orangtuanya.
Dengan
kata
lain, gimu bisa
diartikan sebagai warna
lain dalam
sebuah tanggung
jawab dan kewajiban
yang
harus dijalankan
oleh setiap
individu
dalam
peranannya sebagai
mahluk
sosial
yang
tidak
akan
bisa hidup
sendiri
saja.
Sama
seperti
giri,
gimu
pun
bertujuan
mengatur
hubungan
dalam
manusia.
Dengan
kata gi
yang
mengawali
kedua
huruf
tersebut,
berarti
memiliki
makna
sebuah
ketetapan
hati,
karenanya baik giri ataupun gimu harus dilaksanakan sebagai aturan yang berlaku.
Dikatakan
pula oleh
Benedict
(1996:124)
bahwa
bekerja
untuk
koo
tidak
selalu
bertujuan
untuk
mendapatkan
kasih sayang dari
orangtua.
Ada beberapa hal
yang
memang
sudah
seharusnya
dan sewajarnya
dilakukan
oleh
seseorang
untuk keluarga
mereka sendiri.
Menurut Benedict (1996:134)
dikatakan
bahwa gimu tidak pernah
didefinisikan
sebagai
rasa
segan.
Point
inilah
yang
membuat
giri
dan
gimu
tampak
begitu
kontras.
Dinyatakan
pula bahwa
gimu,
seberapa
berat diminta
terhadap
seseorang,
paling
tidak
adalah
sebuah
kewajiban
kelompok
yang
harus
ia bayarkan
diantara
kelompok
terdekat
dari
keluarga
intim
dan
terhadap
aturan
dimana
didirikan
sebagai
simbol
untuk
negara,
jalan hidup dan juga sikap patriotismenya.
|