|
2.2 Giri dan Gimu dalam Masyarakat Jepang
12
Dikatakan
oleh
Gillespie
dan
Sugiura
dalam Davies
dan
Osamu
(2002:98)
bahwa
peninggalan sangat
dipertahankan untuk
menjaga
keharmonisan dalam
hubungan
manusia.
Dengan
kata
lain
menjaga
adat
dan budaya
yang
telah
ada dari
leluhur
dan
mewariskannya turun temurun hingga kini, merupakan sebuah keharusan.
Masyarakat
Jepang
adalah
kelompok
sosial yang sangat
menjaga
tradisi.
Dalam
kehidupannya,
masyarakat
Jepang
kebanyakan
masih
tetap
menganut
apa
yang
menjadi
warisan
dari
nenek
moyang
mereka.
Tidak
hanya
budaya,
tetapi
juga
tata
cara
melakukan
hubungan
sosial
yang
baik
dalam
kelompok
masyarakatnya.
Dengan
kata
lain
adalah
bagaimana cara mereka
bersikap
terhadap
sesamanya.
Begitu
kuatnya
tradisi
tersebut hingga kehidupan
masyarakat Jepang begitu teratur.
Seperti
dikatakan
De
Mente
(1997:4)
bahwa
masyarakat
tradisional
Jepang
adalah
satu-satunya
yang
memiliki
struktur
sistem
sosial yang
paling
kuat penerapannya
dibanding
dengan
Negara
lain.
Hal
ini menjelaskan
bahwa
masyarakat
Jepang
begitu
menjunjung
tinggi
adat
istiadat
yang
sudah
membudaya
di
dalam
kehidupan
mereka
sejak jaman leluhur.
Sistem
sosial
yang
ada tersebut
bertujuan
untuk
mengatur
kehidupan
masyarakat
Jepang supaya memiliki sikap
dan tingkah
laku sesuai dengan tata krama yang baik agar
tercipta
sebuah
keharmonisan
dalam
lingkungannya.
Tidak
hanya dalam hubungan antar
individu
dalam
kelompok
masyarakatnya,
baik
terhadap
orang
yang
lebih
tua
atau
pun
yang sederajat seperti kawan, namun juga bagaimana seseorang bisa bersikap
sebagaimana
mestinya terhadap keluarga, terutama orangtua.
Dalam De Mente
(1997:4)
dikatakan
pula bahwa
sistem
sosial
tradisional
ini
telah
dipaksakan
oleh
kekuatan
mutlak
dari
zaman
Feodal
melalui
berbagai
macam
generasi
|