21
menggunakan
profil
orang
lain
untuk
menyebarkan
rumor
tentang
orang
lain
(William, 2005).
Macklem (2003:38)
mengatakan
bentuk
dari
tindakan
ijime
adalah
secara
fisik,
verbal, dan
secara
psikologi
atau
mental. Yang termasuk
dalam ijime
secara
fisik
yaitu pengrusakan barang milik orang lain, mendorong, mencakar, menyengkat.
Ijime secara verbal yaitu mengejek, mengintimidasi, megancam, memberi julukan,
mencibir
atau
berkomentar
negatif.
Menuliskan
kejelakan
seseorang
menggunakan
e-mail atau surat juga dikategorikan ke dalam ijime secara verbal. Ijime secara
mental yaitu menyebarkan gosip dan rumor, dan pengabaian.
2.4 Bentuk-bentuk Shuudan Ijime
Rohlen (1998:340-341) mengatakan:
Of the
bullying
activities,
70
percent
could
be
categorized
as
psychological
bullying.
This
includes
making
threats,
calling names,
leaving
classmates
out
of
games and other activities, and ostracizing them completely. Some
typical bullying
taunts are baikin
(germ),
shi ne (drop dead), and kusai
(you stink).
The
recipients
of such abuse are usually the weak
children and the goody-goodies. While the
strong always prey on the weak and bullying may be fun, the popularity of such
psychological bullying might be explained by its invisibility.
Terjemahan:
Dari
semua
kegiatan ijime, 70 persennya bisa dikategorikan sebagai ijime secara
psikologi.
Yang
termasuk
dalam kegitan
ini
adalah
mengancam,
memberi
julukan,
sengaja tidak
mengikut sertakan korban dalam kegiatan, atau
mengabaikan
mereka.
Beberapa
tipikal
ledekan
atau
ejekan
dalam ijime
adalah
baikin
(kuman),
shi
ne
(mati saja), dan kusai
(bau).
Biasanya
yang
menjadi target
adalah
anak-anak
yang
lemah dan mereka yang dianggap memuakkan di mata si pelaku. Hal ijime
bisa
menjadi
sangat
menyenangkan
bagi
si
pelaku
karena ijime
secara
psikologi
ini
sangat sulit terlihat.
Berdasarkan bentuknya , Sase (1992) membagi shuudan ijime menjadi 8 bentuk:
|