Home Start Back Next End
  
20
menjadi
sasaran
ijime selanjutnya.
Ijimekko akan
mengejek
target
mereka
sebelum
melakukan
ijime
secara fisik pada targetnya. Korban ijime
biasanya
adalah
anak-anak
yang berbeda atau aneh daripada anak seumuran dari pelaku. Beberapa anak ter-ijime
sebab
mereka
telah
terisolasi
dan mereka
yang
tidak
memiliki
keahlian
dalam
bersosialisasi
dengan teman-temannya (Williams, 2005). Beberapa peneliti mengatakan
bahwa
ijime
tidak
dapat
dicegah
jika
para
pelaku ijime
merasakan
kesenangan
atas
tindakan mereka (Krebs, 2007).
Ijime atau school
bullying adalah sebuah tindakan yang bertujuan menyakiti atau
mengganggu korban. Tindakan tersebut bisa secara lagsung pada fisik atau emosional,
dengan
menggunakan
media
elektronik,
atau secara
tak
langsung.
Berikut
merupakan
tipe-tipe daripada school bullying:
1.   Secara fisik:
Menonjok, mendorong, menampar, menyerang, penyiksaan
2.   Secara emosional:
Menyebarkan rumor buruk tentang seseorang, menjauhi orang tertentu dalam
sebuah
grup,
mengabaikan,
meledek seseorang dan memaki dengan kata-kata kasar,
dan mempermalukan seseorang.
3.   Media elektronik
Ijime juga bisa berlangsung dengan elektronik. Cara
mengusik seperti
ini dikenal
dengan sebutan cyber-bullying. Ini terjadi dengan cara seseorang mengusik melalui
internet,
telefon
genggam,
atau
media elektronik
lainnya.
Beberapa
contoh
ijime
melalui media elektronik: mengirimkan SMS atau e-mail yang berisikan kata-kata
kasar,
memajang
foto
atau
tulisan
tentang
seseorang
pada
blog
atau
web
site,
dan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter