10
Ijime berbeda dengan perkelahian karena perkelahian tidak berlanjut terus menerus
sedangkan ijime dilakukan secara berkesinambungan. Hal
ini juga disebutkan oleh
Nojuu (1989) dibawah ini:
????????????????????????????????
????????????????????????????????
????????????????????????????????
????????????????????????????????
????????????????????????????????
??????????????????????????????
Terjemahan:
Ijime merupakan suatu tindakan serangan sepihak yang dilakukan oleh pihak yang
lebih unggul dan ijime
berbeda
dengan
perkelahian.
Pihak
yang
kuat
melakukan
tindak penindasan terhadap pihak yang lebih lemah baik pada fisik maupun mental,
dan
juga
ia
senang
melihat
pihak
yang
lemah
menderita
atau
kesal.
Ijime
adalah
memberi
serangan
secara
sepihak
terhadap
orang
yang
lebih
rendah
atau
lemah
dari dirinya, namun tidak seperti perkelahian, ijime memiliki ciri khusus yaitu
terjadi dalam waktu yang berkepanjangan.
Taki
(2001)
menyatakan
bahwa
berdasarkan hasil
survey
yang
dilakukan
peneliti
Jepang
banyak
disebutkan
bahwa
ijime
dapat
terjadi
kapan
pun,
di
sekolah
manapun,
dan
diantara
anak-anak
manapun.
Survey tersebut manyatakan bahwa
ijime
tidak
dipertimbangkan
sebagai
tingkah laku
spesifik
seorang
anak
yang
luar
biasa
dengan
latar belakang yang problematik tapi sebagai seorang anak yang biasa.
Yang
melakukan ijime bukan hanya anak-anak yang memiliki latar belakang yang
berbeda namun anak-anak biasa yang dengan latar belakang baik dan yang tidak pernah
mendapatkan perlakuan tidak baik pun bisa melakukan ijime. Taki (2001) menyebutkan:
Using
a
case
study
method,
I
can
find
many
possible
factors
to
explain
the
causes
by relevant cases. Some are derived from conflicts among peers or against teachers.
At
the same time, others are
from their
frustration
in
family or school
life. It
is
too
difficult
to
identify
only
one
factor
as
a
cause
of
bullying.
Yet,
it
is
very
easy
to
find such factors as the cause
of
bullying
even
among
ordinary
children
with
no
experience of bullying.
|