|
27
1.Sebagaimana SWOT
analisis
bisa
sangat-sangat
subjektif.
Bisa saja
terjadi
2
orang
menganalisa
1
perusahaan
yang sama
menghasilkan
SWOT
dan
TOWS yang
berbeda.
Dengan demikian, hasil analisa SWOT dan TOWS hanya boleh digunakan
sebagai arahan dan bukan pemecahan masalah.
2.Pembuat
analisa
harus
sangat-sangat
realistis
dalam
menjabarkan
kekuatan
dan
kelemahan
internal.
Kelemahan
yang
disembunyikan
atau
kekuatan
yang
tidak
terjabarkan akan membuat arahan strategi menjadi tidak bisa digunakan.
3.Analisa
harus
didasarkan
atas
kondisi
yang
sedang
terjadi
dan
bukan
situasi
yang
seharusnya terjadi.
4.Hindari
grey
areas. Untuk
memudahkan
membedakan
antara
kekuatan
dan
kelemahan, selalu hubungkan situasi yang dihadapi dengan persaingan
yang
sedang berjalan. Apakah perusahaan Anda lebih baik dari kompetitor atau tidak?
5.Hindari
kerumitan
yang
tidak
perlu
dan
analisa
yang
berlebihan.
Buatlah
analisa
SWOT dan TOWS sesingkat dan sesederhana mungkin.
2.2.4
Matriks Faktor Strategi Eksternal
Menurut Rangkuti
(2005,
pp22-26) sebelum
membuat
matriks
faktor
strategi
eksternal,
kita perlu mengetahui terlebih dahulu faktor strategi eksternal (EFAS).
Berikut ini
adalah cara penentuan faktor eksternal :
a. Susunlah dalam kolom 1 (5 sampai dengan 10 peluang dan ancaman).
b. Beri
bobot masing masing
faktor
dalam
kolom
2, mulai dari
1,0
(sangat
penting)
sampai dengan 0,0 (tidak penting).
c.
Pada
kolom
3
hitung rating
untuk
masing masing faktor dalam memberikan skala
mulai
dari
4
(outstanding) sampai
dengan
1
(poor)
berdasarkan
pengaruh
faktor
tersebut
terhadap
kondisi perusahaan yang
bersangkutan.
Pemberian
nilai rating
untuk faktor peluang
bersifat positif, peluang semakin besar diberi rating
+4,
tetapi
jika
peluang
kecil,
diberi
rating
+1).
Pemberian
nilai
rating
ancaman
adalah
|