Home Start Back Next End
  
26
a. Kontrol
Waktu  Penginjeksian
Pada
mesin
EFI
bahan
bakar
yang
diinjeksikan 
ke
dalam
silinder
terjadi
dua
kali
setiap
siklus
mesin.
Dengan
demikian,
setiap
satu
putaran
poros
engkol
terjadi
satu
kali
injeksi.
S!\at
terjadinya 
injeksi 
ini
berdasarkan 
waktu
pengapian, 
sebagai 
contoh 
pada
mesin
4
silinder
akan te!jadi
satu
kali
injeksi
setiap
dua
kali pengapian,
dan pada
mesin
6
silinder
akan
terjadi  satu  kali
injeksi  pada
setiap
tiga
kali
pengapian.  Signal
IG
juga
digunakan
'
sebagai
signal
ignition
timing.
ECU
mendeteksi
signal  ignition  primary dan
merubahnya
!
ke! dalam bentuk
' dalam bentuk
pulsa.
b. Kontrol 
Volume Penginjeksian
D
ngan  menggunakan 
signal
primary
(IG)
dari
terminal
primary 
ignition 
coil
ECU
akan
menghasilkan 
signal  rpm
sesuai  dengan  signal
rpm
dan
signal  Vc
dan
Vs
dari
air
flow
me ter 
' ter
(signal   volume  
udara   masuk),   maka 
ECU   akan 
menghasilkan  
signal  
basic
injection.
Selanjutnya, berbagai  signal
sirkuit  koreksi  injeksi  akan
membentuk  koreksi-
'
koreksi
pada signal
basic
injection
2.3.2.3   KEISTIMEWAAN EFI
Dibandingkan
dengan
sistim
karburator,
EFI
mempunyai
keuntungan
sebagai
berikut :
1. Memungkinkan
pembentukan
campuran yang
homogen pada
setiap
silinder
!
Karena 
setiap  si!inder 
dilengkapi 
dengan  satu 
injektor 
dan  volume 
injeksinya
dikontrol  
oleh  
ECU  
sesuai  
dengan  
putaran  
mesin  
dan   perubahan  
beban,  
maka
memungkinkan   distribusi   bahan 
bakar  ke  setiap 
silinder 
akan 
homogen. 
Selainb 
itu,
'
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter