|
63
mengubah
input
atau
hasil
(Luthans,
2006,
p291).
Perkembangan
teori terbaru
menentukan bahwa teori ekuitas
dapat diperluas menjadi apa
yang disebut
keadilan
organisasi. Teori
ekuitas berfungsi
sebagai
fondasi keadilan
pada
dimensi-dimensi
keadilan (Luthans, 2006, p293).
2.5 Kinerja
2.5.1 Pengertian Kinerja
Kinerja (performance)
pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan
oleh karyawan (Mathis, 2006, p378). Sedangkan Gibson (1996, p70) mengemukakan bahwa
performance (prestasi) adalah hasil yang diinginkan dari perilaku.
Kinerja
menurut
Simanjuntak
(2005,
p10),
adalah
kemampuan
dan
keterampilan
melakukan kerja.
Kompetensi setiap orang
dipengaruhi
oleh beberapa
faktor: Kemampuan
dan keterampilan
kerja, motivasi dan etos kerja. Menurut Mangkunegara (2000, p67),
kinerja
berasal
dari
kata
job
performance
atau
actual
performance
yang
artinya
hasil
kerja
secara
kualitas
yang dicapai
seorang
pegawai
dalam melaksanakan
tugasnya
sesuai
dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Kinerja adalah
hasil
kerja individu atau
kelompok dalam mencapai tujuan
yang telah
ditetapkan
organisasi sesuai dengan
periode
waktu yang
telah
ditetapkan.
Kelompok atau
organisasi terdiri dari beberapa individu, sehingga kinerja individu akan mempengaruhi
kinerja
kelompok
atau
organisasi.
Kinerja
merupakan
terjemahan
dari
kata performance.
Menurut Robbins (2005, p226) kinerja adalah hasil akhir kegiatan.
Dengan
demikian,
kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan (apa
yang dikerjakan
dan
bagaimana
cara
mengerjakannya).
Juga dapat disimpulkan bahwa
kinerja
merupakan
jawaban
dari berhasil
atau
tidaknya
tujuan
organisasi
yang
telah
ditetapkan.
Kinerja
setiap
orang dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah motivasinya.
Hasibuan
(2003,
p94)
mengemukakan
kinerja
merupakan
suatu
hasil
kerja
yang
dicapai
seseorang
dalam
melaksanakan
tugas-tugasnya
yang
dibebankan
kepadanya
yang
|