|
64
didasarkan atas kecakapan,
pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Kinerja merupakan
gabungan
dari
tiga
faktor
penting,
yaitu
kemampuan
dan
minat
seorang
pekerja,
kemampuan dan
penerimaan atas
pelaksanaan delegasi tugas,
serta
peran
dan
tingkat
motivasi seorang pekerja.
Menurut
Cushway
(2002,
p198)
Kinerja
adalah
menilai
bagaimana
seseorang
telah
bekerja dibandingkan dengan target yang telah ditentukan. Dan menurut Rivai ( 2003, p309)
mengemukakan kinerja
adalah merupakan perilaku yang nyata yang
ditampilkan setiap
orang
sebagai
prestasi
kerja
yang
dihasilkan oleh
karyawan
sesuai
dengan
perannya
dalam
perusahaan.
Menurut
Mathis
(2006,
p113-114),
kinerja
para
karyawan
individual
adalah
faktor
yang
mempengaruhi
keberhasilan
suatu
organisasi.
Selain karyawan
dapat
menjadi
keunggulan bersaing, mereka juga dapat menjadi liabilitas atau penghambat. Ketika
karyawan
terus
menerus
meninggalkan
perusahaan
dan
ketika
karyawan
bekerja
namun
tidak
efektif,
maka
sumber
daya
menempatkan
organisasi
dalam
keadaan merugi.
Kinerja
individu, motivasi, dan retensi karyawan merupakan faktor utama bagi organisasi untuk
memaksimalkan efektivitas sumber daya manusia.
2.5.2 Pengertian Manajemen Kinerja
Menurut Simanjuntak (2005,p1) dalam bukunya yang berjudul Manajemen dan
Evaluasi
Kinerja, Manajemen
Kinerja adalah keseluruhan
kegiatan
yang
dilakukan
untuk
meningkatkan
kinerja
perusahaan atau organisasi,
termasuk kinerja
masing-masing
individu
dan kelompok kerja diperusahaan tersebut.
Dalam
buku
Mathis
(2006,
p377),
sistem
manajemen
kinerja
terdiri
atas
proses
untuk
mengidentifikasi,
mendorong, mengukur,
mengevaluasi,
meningkatkan,
dan
memberikan penghargaan atas kinerja karyawan.
Dalam
bukunya
yang berjudul
Manajemen
Kinerja (2007,
p7)
Wibowo
mendefinisikan
manajemen
kinerja
adalah
manajemen
tentang
menciptakan
hubungan
dan
|