Home Start Back Next End
  
65
memastikan komunikasi
yang
efektif. Manajemen kinerja
memfokuskan
pada
apa
yang
diperlakukan  oleh  organisasi,  manajer,  dan  pekerja  untuk  berhasil.  Manajemen  kinerja
adalah tentang bagaimana kinerja dikelola untuk memperoleh sukses.
Menurut
pendapat Cushway (2002, p87)
definisi manajemen
kinerja adalah : suatu
proses
manajemen
yang
dirancang
untuk
menghubungkan
tujuan
organisasi dengan
tujuan
individu
sedemikian
rupa,
sehingga
baik
tujuan
individu
maupun
tujuan korporasi dapat
bertemu.
Ada
asumsi
yang
perlu
digarisbawahi,
yaitu
jika sesorang
merasa
puas
karena
tujuannya
tercapai
dan
pada
saat
yang bersamaan
ikut
serta
dalam
pencapaian
organisasi,
maka
dia akan
benar-benar
termotivasi dan
akan
mendapatkan
kepuasan
yang lebih
besar.
Asumsi ini juga merupakan inti dari manajemen sumber daya manusia (MSDM).
2.5.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja
Menurut Gibson (2003, p39), ada tiga perangkat variabel yang mempengaruhi
perilaku dan prestasi kerja atau kinerja, yaitu:
1.   Variabel
individual,
terdiri
dari
:
kemampuan
dan
keterampilan
(mental
dan
fisik),
latar belakang (keluarga,
tingkat social),
penggajian dan demografis (umur, asalusul,
jenis kelamin)
2.   Variabel organisasional,
terdiri
dari : sumber daya,
kepemimpinan, imbalan, struktur
desain pekerjaan
3.   Variabel psikologis, terdiri dari : persepsi, sikap, kepribadian, belajar, motivasi.
2.5.4 Pengertian Evaluasi Kinerja
Penilaian/evaluasi kinerja ( performance
appraisal ) pada
dasarnya merupakan faktor
kunci
guna mengembangkan
suatu organisasi secara
efektif
dan
efisien,
karena
adanya
kebijakan
atau
program yang
lebih
baik
atas
sumber
daya
manusia
yang
ada
dalam
organisasi.
Penilaian
kinerja
individu
sangat bermanfaat
bagi
dinamika
pertumbuhan
organisasi secara
keseluruhan,
melalui
penilaian tersebut
maka
dapat
diketahui
kondisi
sebenarnya
tentang bagaimana
kinerja karyawan.
Menurut Wahyudi (2002, p101)
penilaian
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter