Home Start Back Next End
  
14
Pervin  dan  John,  kepribadian  mewakili  karakteristik  individu  yang  terdiri  dari  pola-pola
pikiran, perasaan dan perilaku yang konsisten (1993).
Dan
definisi
kepribadian
yang
paling sering
digunakan
adalah yang
dikemukakan
Gordon Allport yang mengatakan
bahwa
kepribadian adalah “organisasi
dinamik dari sistem-
sistem
psikologis
dalam
individu
yang
menentukan penyesuaiannya
yang
unik
terhadap
lingkungannya” (Robbins, 2006, p120).
2.2.2 Faktor Penentu Kepribadian
Argumen
awal
dalam
riset
kepribadian
adalah
apakah
suatu
kepribadian
individual
merupakan  hasil 
dari 
keturunan  atau  lingkungan.  Tentunya  tidak  ada  jawaban 
yang
sederhana
untuk
hal
tersebut,
tetapi
tampaknya kepribadian merupakan hasil dari kedua
pengaruh
tersebut.
Selain itu,
dewasa
ini
kita
mengenal
faktor ketiga,
yaitu faktor situasi.
Dengan
demikian,
kepribadian
seseorang
dewasa
sekarang
umumnya
dianggap
terbentuk
dari
baik
faktor
keturunan
maupun
faktor
lingkungan,
dalam
kondisi
situasional
(Robbins,
2006, p120).
1.   Faktor keturunan
Keturunan
merujuk
pada faktor-faktor yang
ditentukan
sejak
lahir.
Ukuran
fisik,
wajah
yang
menarik,
jenis
kelamin,
temperamen,
komposisi
dan
refleksi otot,
level
energi,
dan
ritme
biologis
adalah
karakteristik yang
umumnya
dianggap
entah
sepenuhnya  atau  secara  substansial  dipengaruhi  oleh  siapa  orang  tua  mereka.
Artinya susunan
biologis,
fisiologis,
dan
psikologis
inheren
mereka.
Pendekatan
keturunan
berpendapat
bahwa
penjelasan terakhir
tentang
kepribadian
seseorang
adalah
struktur
molekul
dari
gen,
yang berlokasi
dalam
kromosom
(Robbins,
2006,
p120).
2.   Faktor lingkungan
Di
antara
faktor-faktor
yang
memberikan
tekanan
pada
formasi kepribadian
kita
adalah
budaya
(culture)
di
mana
kita
dibesarkan,
kondisi
awal
kita,
norma
di
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter