|
35
Watermark
yang
telah
disisipkan harus
dapat
dideteksi
kembali
supaya
dapat
berguna
untuk
membuktikan
kepemilikan
atas
suatu
objek.
Aplikasi
yang
ada
harus
dapat dideteksi dan
mengekstrak kembali watermark
yang
telah
disisipkan sesuai
dengan algoritma yang diterapkan atas suatu objek. Gambar 2.16 menggambarkan
proses pendeteksian
dan
pengekstrakan
watermark yang
sudah disisipkan
ke
dalam
suatu objek.
2.6.4. Gangguan pada Watermark
Masalah
yang
muncul
pada
watermark
dikarenakan pembajak
ingin
mengacaukan
objek
yang
telah
ditandai
untuk
merusak
/
menghilangkan
tanda
yang
telah
disisipkan.
Menurut
Elizabeth
Ferril
(1999,
p7),
ada
empat
gangguan
watermark
yang dikenal saat ini
:
Robustness Attack.
Presentation Attack.
Interpretation Attack.
Legal Attack.
2.6.4.1. Robustness Attack
Gangguan
ini
dapat
menghilangkan tanda
pada
objek
tanpa
mengubah
struktur
yang
ada
tetapi
mengubah nilai
data
sample.
Gangguan ini
biasanya
dilakukan
berdasarkan
proses
operasi
(meliputi
kompresi
loosy
contohnya
MP3,
filter,
konversi,
sample rate, konversi DA/AD) dan algoritma (berdasarkan metode penyisipan dan
|