Home Start Back Next End
  
BAB2
LANDASAN TEORI
2.1
Definisi
Ritel
Rite! 
merupakan
perangkat 
dari 
aktivitas-aktivitas
bisnis 
yang 
melakukan
penambahan
nilai
terhadap
produk-produk
dan  layanan 
penjualan 
kepada 
para  konsumen
untuk 
penggunaan
konsumsi 
perorangan
maupun 
keluarga. 
Kata  ritel  berasal  dari  bahasa
prancis,  ritellier,
yang  berarti  memotong
atau  memecah 
sesuatu  (Utami,  2006,
p4).  Usaha
eceran  dapat 
dipahami
dalam 
semua  kegiatan 
yang  terlibat 
dalam  penjualan
barang 
atau
jasa  
secara  
langsung  
kepada  
konsumen  
akhir  
untuk  
penggunaan    pribadi  
dan   bukan
penggunaan
bisnis.
Menurut  
Kotler   dan 
Amstrong   (2001,  
p62),  "Retailer
I
pengecer   adalah 
semua
kegiatan 
yang 
dilibatkan
dalam 
penjualan
barang 
atau 
jasa 
langsung 
ke  konsumen 
akhir
untuk 
penggunaan
pribadi 
non-bisnis". Sedangkan  menurut
Bunne  dan  Lucsh
(2005) 
yang
dikutip 
dari
Jurnal  Manajemen 
voi.02  No.02, Mei
2007, dengan  judul
"Perkembangan
Dalam
Manajemen
Rite!"  menyatakan 
bahwa  "ritel adalah  aktivitas 
dari  tahapan 
yang  dibutuhkan
untuk   
menepatkan
barang    (goods)   
yang 
dibuat   
sampai    ketingkat   konsumen    atau
menyediakan jasa
ke konsumen".
Sedangkan 
menurut
Berman  dan  Evans
(2001) 
yang 
diikuti dari
Jurnal 
Usahawan
No.07, 2004, p29, yang
berjudul "Fungsi
Ritel
Dalam
Rantai
Distribusi" penjualan  eceran
atau
lazim
disebut  sebagai"Retailing adalah
aktivitas  penjualan  kepada
konsumen  akhir".
Dan ada
beberapa   hal  yang 
membuat  indutri 
ritel 
penting   untuk   dipelajari,
yaitu 
implikasi 
dalam
perekonomian
global.
Penjualan 
retailing dan
daya
serap
tenaga  kerjanya 
menjadikan kunci
dalam
perekonomian global
kedua, fungsi
rite!
dalam
rantai
distribusi.  Ritel
berfungsi
menjadi
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter