|
17
tersebut
terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Pemberian
nilai rating
untuk
faktor peluang bersifat positif
(peluang
yang
semakin besar diberi rating +4, tetapi
jika
peluangnya
kecil,
diberi
rating +1).
Pemberian
nilai
rating
ancaman
adalah
kebalikannya.
Misalnya,
jika nilai
ancamannya
sangat
besar, rating
adalah
1.
Sebaliknya, jika nilai ancamannya sedikit rating nya 4.
d.
Kalikan
bobot
pada
kolom 2
dengan rating
pada
kolom 3,
untuk
memperoleh
faktor
pembobotan dalam kolom 4.
Hasil
nya berupa skor pembobotan
untuk
masing-masing
faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor).
e.
Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar
atau catatan mengapa faktor-faktor
tertentu dipilih dan bagaimana skor pembobotannya dihitung.
f.
Jumlahkan
skor pembobotan (pada kolom 4),
untuk
memperoleh total
skor bagi
perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukan bagaimana perusahaan
tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya. Total skor ini dapat
digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam
kelompok industri yang sama.
2.2.4.3 Penentuan Matrix Faktor Strategi Internal
Menurut
Rangkuti
(2006,
p24-25)
setelah
faktor-faktor strategi
internal
suatu
perusahaan
diidentifikasi,
suatu tabel
IFAS
(Internal
Strategic
Factor
Analysis
Summary)
disusun
untuk
merumuskan
faktor-faktor
strategis
internal
tersebut
dalam
kerangka
Strength and Weakness perusahaan. Tahapnya adalah:
a. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam
kolom 1.
|