Home Start Back Next End
  
15
berharap
agar
kebudayaan
Betawi tetap
dijaga
dan
dipelihara
oleh
masyarakat 
dan  juga 
Pemerintah 
sehingga
tidak  terlupakan 
oleh
masyarakat,
khususnya
yang
tinggal
di
Jakarta. Sangatlah
penting
untuk
mengenalkan
suatu
budaya
asli
kepada
anak-anak
sebagai
generasi
muda,
generasi   penerus 
yang 
akan 
mencintai  
budayanya 
sendiri, 
sehingga
budaya seperti ini
dapat dilestarikan.
2.1.1.6.
Mengenalkan Budaya
Pada  Anak
Memperkenalkan 
budaya  pada
anak-anak 
dapat 
melalui 
banyak
cara,
yang
penting
menyenangkan
dan
dinikmati
oleh
mereka.
Anak-anak
terbuka
untuk
mengenal
budaya
apapun,
baik
dari
lingkungannya
sendiri
maupun 
dari 
luar. 
Anak 
Indonesia 
memerlukan 
kesempatan 
menjadi
pelaku  kebudayaan. 
Mereka 
ingin
berekspresi 
dalam
kebudayaan,
mengenal,
dan
menikmati
kebudayaan
apa
saja,
sekaligus
terbuka
untuk
menerima 
kebudayaan 
dan 
menjadi 
agen  yang 
mentransmisikan
kebudayaan. Anak-anak
siap
untuk
berbudaya
dan
menjadi
bangsa
yang
berbudaya.
Sayangnya
karena
kurangnya
jalan
pada
mereka, jangan
salahkan
anak-anak 
hila 
mereka 
lebih  banyak 
mengenal 
budaya  yang
datang
dari
luar
(tentu
tidak
salah), jika
kita
tidak
memikirkan
untuk
menyelenggarakan  
dan 
menyediakan 
budaya 
sendiri 
bagi 
anak-anak.
Padahal 
mereka 
sangat 
ingin 
dan 
sungguh 
terbuka 
untuk 
menerima
warisan
budaya dari kita.
Buku 
(cerita) 
adalah 
sarana 
yang 
utama 
yang 
harus  diadakan,
karena
sarana
ini dapat
digunakan
sebagai
sumber
pertama
untuk
mengenalkan 
budaya
yang
dapat
dikerjakan
sendiri 
oleh
orang
tua
dan
guru, 
kaum  dewasa  pertama 
yang  berhubungan 
dengan 
anak.  Sayang
secara
umum,
buku-buku
yang
mengetengahkan
keragaman
budaya
amat
sedikit
dan
masih
harus
ditingkatkan
mutunya.
Tanpa
meningkatkan
dan
memperbanyak 
buku 
dan  penelitian 
tentang 
budaya 
yang 
dapat
dimanfaatkan 
untuk 
masyarakat 
(anak-anak), 
maka 
budaya 
dan  tradisi
akan 
perlahan-lahan  
menghilang.  
Budaya   akan 
lestari   dan 
menjadi
dinarnis
kalau
dia
juga
dituliskan
yang
kemudian
dapat
dijadikan
sumber
oral
kembali.
Paralmya,
ada
pula
yang
beranggapan
bahwa
cerita
rakyat
atau
tradisi
sudah
ketinggalan
zaman
dan
perlu
digantikan
dengan
yang
lebih modem,
padahal
bangsa
lain
banyak
yang
mengambil
manfaat
dan
menggali
budaya kita.
Anak
adalah
"agen"
yang
ampuh
dan
efektif
untuk
mengenalkan
budaya 
kepada 
kelompok 
sebayanya 
sendiri 
(dari 
anak 
untuk 
anak).
Mereka 
dapat  mengenal 
adanya 
keragaman 
budaya 
dan 
dapat
menghormati
keragaman
tersebut.
Selain
itu,
temyata
mereka
bersih
dari
arogansi
kebudayaan
lingkungannya
(rumah)
sendiri. Anak-anak
adalah
penikmat
budaya
yang
amat
toleran. Dengarkanlah
suara
anak-anak
Indonesia.
Anak
dari
golongan
manapun
sesungguhnya  dapat
mencintai
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter