|
----------------------------
9
mencapai
7
hari,
40
hari,
100
hari,
dan
1000
hari
dari saat
meninggalnya.
16. Ngelawat
atau Nyelawat
Pergi
berk.unjung ke rumah
tetangga,
sanak-keluarga ataupun
orang
lain
yang
sedang
ditimpa
kemalangan,
misalnya
apabila
ada
kematian.
2.1.1.4 Sekilas
tentang
Pengantin Sunat
Betawi
Sunat
alias
khitan
secara
harfiah
berarti sama
dengan
sunnah
dalam
bahasa
Arab.
Sunat
bagi
orang
Betawi
adalah
upacara
memotong
ujung kemaluan
anak
laki-laki
dalam
ukuran tertentu. Menurut
ajaran
agama
Islam,
hila
anak
lelaki
memasuki
akil balig
ia
harus
segera
dikhitan atau
disunat. Jika
anak
lelaki
sudah akil
balig belum
disunat,
maka
shalatnya
tidak
sah.
Jika
anak
kecil
yang
belum
masuk
akil
balig
sudah
rajin
melaksanakan
shalat
lima
waktu,
maka
orang Betawi
menyebutnya
anak
baru
belajar
atau
latihan
membiasakan
taat
beribadah.
Jika
anak-anak
yang
belum
sunat,
biasanya
dia
dilarang
shalat
berjamaah
berada
di barisan paling depan. Itu
hanya kebiasaan
saja,
bukan
merupakan
suatu
larangan
formal.
Dengan
kata
lain
sunat
dalam
pandangan
masyarakat
Betawi
dapat pula
diartikan
sebagai
pembeda,
yaitu
pembeda
antara
anak-anak
dengan seseorang
yang
sudah
akil
baligh.
Seorang
anak
yang
sudah
disunat,
dianggap
sudah
menjadi
manusia
sempurna,
dalam
arti
dia
sudah
mempunyai
kewajiban
sebagai
maua
manusia
dewasa.
Ia wajib
melakukan
ibadah,
ia
wajib
memahami
peraturan-peraturan
yang
berlaku,
dan seterusnya.
Prosesi
upacara penganten
sunat Betawi terbagi
dua yaitu :
A. Sebelum Sunat
1.
Rembukan
(kedua orang tua, sesepuh kampung dan anak
yang
mau disunat).
Dalam
rembukan
yang dibicarakan
antara
lain :
-
Kepada
si
anak
ditanyakan
apakah
ia
sudah
bersedia
atau
sudah
berani
untuk
disunat. Ini
perlu
sekali
ditanyakan
sebab
jika si anak
belum
mau
atau
belum
berani,
dengan
sendirinya
tidak
akan
terlaksana
karena dihawatirkan terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan.
Atau
sering
juga
si
anaklah
yang
sudah
ingin
sunat,
lantaran
ia
diolok-olok temannya atau
karena soal
lain.
Kepadanya ditanyakan
pula apakah
ingin diarak herkeliling
kampung
atau
tidak.
Kalau
ingin
diarak,
apakah
ia
ingin
diarak
dengan diusung tandu, atau dengan
menaiki kuda. Ia
juga
|