|
26
pengerjaan, kedap air dan keawetan. Dengan maksud memasukkan gelembung udara
(0,03 - 0,06 min) secara merata ke dalam beton.
2.6
Berdasarkan Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Non Hijau
-
Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Departemen
Pekerjaan Umum
menjelaskan
bahwa Pembangunan Dampak Rendah (Low Impact Development LID) adalah strategi
pembangunan berdampak rendah yang membuat sistem perkerasan berperan hidrologis
mampu menyalurkan air permukaan ke lapisan di bawahnya dan ekonomis karena
meminimalisasi sistem drainase. Perkerasan
permeabel
(permeable paving) adalah tipe
LID yaitu perkerasan tembus air atau perkerasan poros yaitu jenis perkerasan yang
berpori sehingga dapat mengalirkan air di permukaan perkerasan ke lapisan di
bawahnya. Beton berpori (pervious
concrete) adalah tipe perkerasan LID permeable
paving, yaitu campuran beton berpori yang tidak menggunakan pasir atau hanya dalam
jumlah kecil, sehingga menghasilkan beton dengan pori kira-kira 20%. Ruang pori
tersebut membuat air
dapat mengalir di dalam perkerasan ke lapisan batuan berukuran
seragam di bawahnya, lalu ke dalam tanah
sehingga mengurangi atau menghilangkan
aliran air di atas permukaan perkerasan. Kekuatan rata-rata dari beton berpori (tembus
air) adalah dari 50 sampai 350 kg/cm², dan dapat lebih tinggi tergantung fungsi
penggunaannya. Kecepatan peresapan adalah 0,2 sampai 0,48 cm/s.
Sistem pervious paving digunakan untuk mengurangi permukaan yang kedap
air (tidak
tembus air) seperti permukaan jalan trotoar (sidewalk), driveways, tempat
parkir, dan tempat-tempat lain yang
digunakan dengan tujuan mengurangi run off
dan
memperbesar infiltrasi. Pervious paving juga dapat digunakan sebagai inlet air infiltrasi
|