|
27
ke dalam tanah. Pervious paving sangat efektif untuk
membantu mengurangi run off
dalam kondisi puncak serta menambah jumlah kandungan air tanah
pada area yang
berkembang (Harrisburg, 1998).
Masalah genangan air dan limpasan permukaan yang terjadi pada permukaan
perkerasan kedap air menuntut ditemukannya cara-cara baru untuk mengelola aliran air
terutama dari air hujan. Perkerasan berpori merupakan salah satu metode alternatif untuk
pengendalian limpasan permukaan. Jenis-jenis perkerasan berpori antara lain adalah
aspal berpori, beton berpori, perkerasan bata beton (paving blocks), dan sistem
perkerasan kerikil. Perkerasan berpori memiliki pori-pori yang sangat banyak dan
mengurangi volume limpasan permukaan dengan cara membiarkan air yang ada di
permukaannya menyerap ke dalam perkerasan untuk kemudian dialirkan ke dalam tanah
dengan
tingkat penyerapan yang tinggi. Perkerasan beton berpori dapat berfungsi
sebagai bagian dari sistem memanen air hujan (rainwater harvesting). Sistem memanen
air hujan merupakan proses untuk mencegah terjadinya limpasan permukaan saat hujan
dan sekaligus memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan yang menguntungkan, seperti
menambah cadangan air tanah, irigasi untuk taman, toilet flushing, air untuk mencuci
kendaraan, dan sebagainya.
2.6.1
Beton berpori
merupakan
material konstruksi yang multifungsional dengan
beberapa kelebihan, seperti :
a.
Selang waktu pemeliharaan yang lebih lama.
Pori-pori yang ada pada beton berpori berfungsi untuk mengalirkan air
mengalir
ke dalam tanah. Pemeliharaan yang perlu dilakukan pada beton
berpori
|