|
29
f.
Dapat didaur ulang.
Tidak seperti pada beton konvensional, setelah mencapai umur rencana beton
berpori dapat didaur ulang menjadi material beton berpori yang baru sehingga tidak
menimbulkan limbah buangan.
g.
Pemanfaatan lahan yang lebih efisien.
Dengan menggunakan perkerasan beton berpori
dapat mengurangi kebutuhan
penyediaan kolam penyimpanan air hujan, selokan
saluran drainase, dan sarana
pengelolaan air hujan lainnya.
h.
Rongga pada beton berpori dapat meredam kebisingan suara yang ditimbulkan oleh
roda kendaraan.
Hal ini disebabkan karena pori-pori pada beton terbentuk secara tidak teratur
dan memiliki permukaan yang tidak rata, sehingga gelombang suara yang
dipantulkan secara baur oleh pori-pori pada beton menjadi saling bertumbukan dan
saling meredam.
Beton berpori juga memiliki kekurangan, seperti :
a.
Karena kuat tekan yang lebih rendah daripada beton konvensional, maka beton
berpori hanya digunakan pada jalan-jalan lokal perumahan, trotoar, dan lapangan
parkir.
b.
Biaya instalasi beton berpori relatif lebih mahal daripada beton biasa. Hal ini
disebabkan oleh dua hal, yaitu :
Beton berpori merupakan material konstruski khusus yang membutuhkan pekerja
yang memiliki pengalaman dan kemampuan untuk mencampur, memasang dan
merawat beton berpori secara tepat.
|