Home Start Back Next End
  
30
Perkerasan beton berpori membutuhkan kedalaman yang lebih besar saat
pemasangan, sebagai tempat untuk menampung air hujan dan juga meningkatkan
ketebalan perkerasan beton berpori  untuk alasan kekuatan.
2.6.2
Komposisi Beton Berpori
Komposisi yang digunakan untuk beton berpori tidak jauh berbeda seperti
beton normal, perbedaan yang ada adalah dalam pembuatan beton berpori tidak atau
sedikit sekali digunakan
agregat halus pada campuran betonnya, dikarenakan beton
berpori yang terbentuk memiliki rongga-rongga untuk porositas air, serta faktor air
semen (FAS) memiliki peranan yang sangat penting, dengan tujuan agar rongga-rongga
yang ada pada beton nantinya tidak tertutup oleh pasta semen pada saat mengeras. Selain
itu juga bertujuan untuk mengingat agregat agar tidak mudah terlepas.
Material-material yang digunakan untuk komposisi beton berpori secara umum
adalah :
Semen
Jenis semen yang digunakan adalah jenis semen Portland, dimana semen jenis ini
merupakan semen umum yang biasanya digunakan untuk aplikasi beton yang tidak
memerlukan persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal.
Agregat
Jenis agregat yang digunakan adalah agregat kasar, yang berupa kerikil sebagai hasil
disintegrasi batuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu
dan memiliki ukuran butiran antara 5 –
40 mm atau agregat yang tertahan pada
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter