|
35
semakin meningkat. Penggunaan agregat dengan ukuran butir maksimum yang lebih
besar, dapat menurunkan kekuatan beton.
Menurut PBI71 pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 7, 14, 21, dan
28 hari. Dimana kuat tekan beton paling tinggi dicapai pada umur ke 28 hari. Sehingga
menggunakan faktor pembagi sebesar 0,65 untuk umur 7 hari; 0,88 untuk umur 14 hari;
0,95 untuk umur 21 hari dan 1 untuk umur 28 hari , sehingga hasil uji kuat tekan beton
dapat diperhatikan tingkat perkembangan kuat tekan betonnya secara bertahap.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton antara lain faktor air semen
(FAS), kepadatan, pengerjaan dan juga kualitas
bahan-bahan yang dipergunakan. Cara
pengujian kuat tekan beton yaitu dengan memberikan beban tekan tegak lurus luas
penampang silinder atau kubus beton sampai terjadi keruntuhan pada benda yang di uji.
Untuk meningkatkan kekuatan beton dapat dilakukan beberapa hal, seperti :
a)
Meningkatkan kekuatan pasta semen.
Dengan mencari perbandingan air dengan semen yang optimal dimana makin rendah
water air cement ratio akan menghasilkan mutu beton yang semakin tinggi.
b)
Meningkatkan kekuatan lekatan antara pasta dan agregat.
Bagian yang paling lemah dalam campuran beton adalah interface zone
antara
campuran semen dan agregat. Bagian yang lemah ini dapat diperkuat dengan cara
pemilihan jenis dan bentuk agregat yang sesuai, juga bisa dengan pencampuran zat
aditif sehingga kekuatan dari mutu beton akan lebih baik.
c)
Pemilihan agregat yang berkualitas baik.
d)
Penambahan bahan atau unsur tambahan pada campuran.
|