Home Start Back Next End
  
34
2.6.3
Kepadatan Beton Berpori
Kepadatan pada
beton berpori tergantung
dari
gradasi agregat kasar yang
digunakan dan secara umum berkisar antara 60-75% dari kepadatan beton normal.
Agregat secara umum yang digunakan adalah agregat dengan ukuran 10-20 mm,
meskipun ukuran lain juga sering digunakan. Kepadatan sekitar 70 kg/m³ dapat dicapai
jika digunakan agregat kelas ringan. Tipe agregat seperti batu pecah, kerikil dan slag
logam telah sukses digunakan untuk membuat beton berpori. Kegunaan batu pecah
secara umum yaitu menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi daripada ketika
menggunakan agregat kerikil dalam campuran. Kepadatan dari pengujian beton berpori
bervariasi antara 1780 kg/m³
dan 1890 kg/m³, yaitu 22% lebih rendah dari kepadatan
beton normal yang berkisar antara 2200-2400 kg/m³. Penurunan kepadatan berarti beban
mati struktur lebih ringan.
2.6.4
Kuat Tekan Beton Berpori
Beton yang baik adalah beton yang memiliki kuat tekan yang tinggi, sebab
beton yang tidak cukup kekuatannya menurut kebutuhan menjadi tidak berguna. Secara
umum kekuatan beton dipengaruhi oleh dua hal yaitu faktor air semen dan kepadatan
beton, dengan faktor air semen yang cukup untuk proses hidrasi semen dan dapat
dipadatkan dengan sempurna akan memiliki kekuatan optimal. Hanya saja untuk
memperoleh kuat tekan yang lebih tinggi memerlukan banyak
hal yang harus
dipertimbangkan.
Semakin kecil area permukaan agregat, maka semakin kecil pula kebutuhan air
untuk campuran beton. Dengan semakin kecilnya faktor air semen, maka kekuatan beton
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter