|
33
c.
Gradasi campuran agregat (pasir dan kerikil), jika campuran pasir dan kerikil
mengikuti gradasi yang telah disarankan oleh peraturan maka
adukan beton mudah
dikerjakan.
d.
Pemakaian butiran yang bulat memudahkan cara pengerjaan.
e.
Pemakaian butiran maksimum kerikil yang dipakai berpengaruh terhadap cara
pengerjaan.
f.
Cara pemadatan beton menentukan sifat pekerjaan yang berbeda.
g.
Selain itu, beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan adalah jumlah kadar udara
yang terdapat di dalam beton dan penggunaan bahan tambah dalam campuran beton.
Konsistensi adalah kemampuan beton segar untuk mengalir. Plastisitas
menentukan kemudahan beton untuk dicetak. Jika dalam suatu campuran beton dipakai
agregat lebih banyak atau air yang ditambahkan
lebih sedikit, campuran akan menjadi
kaku dan sulit dicetak. Pengujian slump
adalah suatu ukuran konsistensi beton. Untuk
suatu proporsi semen dan agregat tanpa admixture, semakin tinggi slump, campuran
semakin basah. Slump
adalah ukuran kekentalan adukan
beton yang dinyatakan dalam
mm dan ditentukan dengan menggunakan kerucut Abram. Nilai Slump ditetapkan sesuai
dengan kondisi pelaksanaan pekerjaan agar diperoleh beton yang mudah dituangkan,
dipadatkan dan diratakan. Karena beton berpori tidak menggunakan agregat halus, maka
nilai slump
yang dihasilkan akan sangat besar, sehingga nilai slump
pada campuran
beton berpori diabaikan.
|