|
9
1.
Semen hidrolik : merupakan suatu bahan pengikat yang mengeras, jika bereaksi
dengan air serta menghasilkan produk tahan air, contoh : semen Portland, semen
alumina, semen putih.
2.
Semen non hidrolik : jenis-jenis semen yang tidak dapat mengikat serta mengeras bila
dicampurkan dengan air, akan tetapi perlu udara untuk proses pengerasannya, contoh
: kapur.
Semen Portland merupakan bahan ikat yang penting dan banyak dipakai dalam
pembangunan fisik. Menurut kegunaannya, semen Portland digolongkan sebagai berikut
ini :
o
Semen Portland Tipe I dikenal pula sebagai Ordinary Portland Cement
(OPC),
merupakan jenis semen hidrolis yang cocok dipergunakan secara luas untuk
konstruksi umum berbagai macam aplikasi beton yang tidak memerlukan persyaratan
khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Cocok dipakai pada tanah
dan air yang mengandung sulfat 0,0% 0,10% dan dapat digunakan antara lain untuk
konstruksi bangunan perumahan, gedung-gedung bertingkat, jembatan, landasan pacu
dan jalan raya dimana syarat-syarat khusus tidak diperlukan.
o
Semen Portland (OPC) Tipe II merupakan jenis semen yang cocok dipergunakan
untuk konstruksi bangunan dari beton massa yang memerlukan ketahanan sulfat
(pada lokasi tanah dan air yang mengandung sulfat antara 0,10% 0,20%) dan panas
hidrasi sedang. Semen jenis ini banyak digunakan di daerah-daerah
yang berkadar
sulfat sedang, antara lain daerah-daerah rawa, untuk bangunan-bangunan di pinggir
laut / tepi pantai, saluran irigasi, bendungan, pondasi jembatan dan lain-lain.
o
Semen Portland Tipe III merupakan jenis semen yang dikembangkan untuk
memenuhi kebutuhan konstruksi bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal
|